IHSG Tertekan di Bawah 6.300, Volatilitas Saham Murah Mengintai

- IHSG diproyeksikan melanjutkan pelemahan setelah turun 0,9 persen ke 6.241,89, dengan tekanan teknikal bearish dan area support utama di kisaran 6.200 hingga 6.220.
- Implementasi batas harga minimum saham Rp1 menjadi sentimen utama, berpotensi memperluas perdagangan dan memperbaiki pembentukan harga, tetapi meningkatkan volatilitas saham berharga rendah.
- Sentimen eksternal berupa yield US Treasury 10 tahun di atas 5 persen dan harga minyak tinggi menambah kekhawatiran inflasi; BRIDS serta Kiwoom merekomendasikan saham pilihan berbeda.
Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan pelemahan pada Senin (28/9), setelah ditutup melemah 0,9 persen ke level 6.241,89.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, fokus sentimen hari ini tertuju pada implementasi kebijakan BEI terkait penurunan batas harga minimum saham menjadi Rp1. Kebijakan itu diharapkan memperluas ruang perdagangan dan meningkatkan kualitas pembentukan harga, terutama bagi saham yang selama ini stagnan di batas minimum.
"Namun, perubahan tersebut juga berpotensi meningkatkan volatilitas pada saham berharga rendah," kata Reza.
Dari eksternal, pasar masih mencermati yield US Treasury 10Y yang berada di atas 5 persen serta harga minyak yang tinggi di tengah kekhawatiran inflasi global.
Secara teknikal, IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi dengan menguji support 6.200–6.220. MACD masih menunjukkan bearish momentum, sementara pola Head and Shoulders mengindikasikan tekanan jual dengan neckline di sekitar 6.375. Resisten terdekat berada di 6.300–6.450.
"Pergerakan selanjutnya akan mencermati reaksi indeks di area support serta dampak implementasi kebijakan baru BEI terhadap volatilitas pasar," kata Reza.
Daftar saham pilihan tim BRIDS hari ini adalah HRTA, UVCR, dan ENRG.
Sementara itu, Kiwoom Sekuritas menilai, secara teknikal, IHSG ditutup melemah dan masih berada di bawah EMA10, EMA20, dan EMA50, sehingga tekanan bearish jangka pendek masih dominan. IHSG juga telah turun di bawah Fibonacci retracement 61,8 persen di 6.290,10, sementara RSI (14) berada di 37,18 dan masih di bawah level 50, menunjukkan momentum bearish masih cukup kuat meskipun belum memasuki area oversold.
Dalam jangka pendek, IHSG rentan menguji area support 6.186–6.113, dengan support berikutnya di sekitar 6.029.
"Sebaliknya, rebound perlu mengembalikan IHSG ke atas 6.290 terlebih dahulu, kemudian melewati area 6.328–6.368 yang berdekatan dengan EMA10, EMA20, dan EMA50," kata Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia.
Saham-saham pilihan Kiwoom Sekuritas hari ini adalah ADMR, BFIN, MAPA, dan MBMA.











