Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

FOLK Ikut Garap Infrastruktur Dua Data Center di Cikarang

FOLK Ikut Garap Infrastruktur Dua Data Center di Cikarang
Direktur Utama PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) Danny Sutradewa (tengah) dalam paparan publik usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Selasa (9/6). (Eko Wahyudi/ Fortune Indonesia)
  • FOLK melalui Traya Hydro berpartisipasi dalam pembangunan dua proyek data center berskala besar di Cikarang, Bekasi.
  • Traya Hydro menyediakan solusi pengolahan air dan air limbah sebagai infrastruktur pendukung operasional data center.
  • Identitas pemilik proyek dan nilai kontrak Traya Hydro belum diungkapkan karena ketentuan kerahasiaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) memperluas paparan bisnisnya ke sektor infrastruktur digital melalui anak usahanya, Traya Hydro. Perusahaan yang dikendalikan 99,9 persen oleh FOLK tersebut kini berpartisipasi dalam pembangunan dua proyek pangkalan data berskala besar di kawasan Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Traya Hydro mendukung pembangunan kedua fasilitas tersebut melalui penyediaan solusi pengolahan air dan air limbah, yang menjadi bagian dari infrastruktur pendukung data center demi dapat beroperasi secara berkelanjutan.

“Fasilitas data center menuntut sistem pengolahan air yang berjalan tanpa gangguan, hemat ruang, dan menghasilkan air olahan yang bisa dipakai kembali. Fokus kami adalah membuktikan bahwa standar tersebut dapat dipenuhi oleh teknologi dan kapasitas produksi dalam negeri,” kata Direktur Traya Hydro, Handy Halimin, dalam keterangannya, Rabu (9/9).

Kedua proyek tersebut dikembangkan oleh operator data center internasional yang tengah membangun fasilitas berskala besar di Indonesia. Namun, Handy mengatakan identitas pemilik proyek maupun nilai kontrak yang diperoleh Traya Hydro belum dapat diungkapkan karena terikat ketentuan kerahasiaan dengan para pihak.

Kawasan Cikarang telah berkembang menjadi salah satu klaster utama pengembangan pangkalan data di Indonesia. Berdasarkan pengumuman publik para pengembang, nilai investasi yang direncanakan untuk pembangunan data center di kawasan tersebut telah melampaui US$6 miliar, dengan rencana kapasitas gabungan lebih dari 600 megawatt (MW) dan potensi pengembangan hingga 1 gigawatt (GW).

FOLK menegaskan angka investasi tersebut merupakan nilai yang diumumkan oleh masing-masing pengembang dan bukan merupakan nilai kontrak Traya Hydro maupun FOLK.

Menurut Handy, kebutuhan air menjadi salah satu aspek penting dalam pengoperasian data center. Selain air pendingin yang digunakan untuk membantu membuang panas dari sistem, fasilitas tersebut juga membutuhkan air bersih sekaligus menghasilkan air limbah domestik karena beroperasi sepanjang waktu.

Di sisi inilah Traya Hydro mengambil peran dengan mengandalkan teknologi pengolahan air, termasuk Membrane Bioreactor (MBR). Teknologi tersebut memungkinkan air hasil olahan memenuhi baku mutu dan berpotensi digunakan kembali untuk kebutuhan nonkonsumsi.

Traya Hydro memiliki kapabilitas pada bidang pengolahan air dan air limbah dengan teknologi seperti MBR dan Ultrafiltration (UF). Perseroan juga memiliki fasilitas manufaktur di dalam negeri serta mengantongi sertifikasi SNI dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

    Share Article
    Editorial Team

    Latest in Market

    See More