MARKET

Harita (NCKL) Minta Restu Private Placement, Mau Beli Saham Smelter?

Harita akan terbitkan 25.239.440.000 saham baru.

Harita (NCKL) Minta Restu Private Placement, Mau Beli Saham Smelter?Trimegah Bangun Persada/Dok TBP

by Hendra Friana

12 February 2024

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta,FORTUNE - PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel berencana kembali menjaring modal dengan menawarkan 25.239.440.000 saham baru pada tahun ini. Langkah tersebut akan ditempuh melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau Private Placement serta penawaran umum terbatas (PUT).

Lewat private placement, NCKL berencana menerbitkan 6.309.860.000 saham baru atau setara dengan 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh; sementara lewat PUT, Harita berencana menawarkan 18.929.580.000 saham baru atau 23,08 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.

Baik saham yang diterbitkan melalui private placement maupun PUT menggunakan nilai nominal Rp100 per saham per 7 Februari 2024—atau saat tanggal keterbukaan informasi disampaikan.

Rencana aksi korporasi tersebut akan dijalankan setelah mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 15 Maret 2024.

"Keputusan ini didasarkan pada rencana akhir terkait dengan pembelian saham pada perusahaan yang bergerak di bidang pemurnian bijih nikel (smelter)," demikian keterangan Harita dalam laporan keterbukaan informasi, dikutip Senin (12/2).

Selanjutnya, perseroan juga menjelaskan bahwa rencana private placement dapat berdampak pada kondisi keuangan dan pemegang saham NCKL, yakni terdilusinya persentase kepemilikan pemegang saham sampai dengan 0,09 persen.

Sementara rencana PUT akan menyebabkan saham pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya terdilusi paling banyak 23,08 persen.

Pembelian saham smelter

Dalam laporannya, NCKL juga menjelaskan bahwa dana yang terkumpul dari aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kinerja melalui serangkaian inovasi pengembangan bisnis perseroan yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

Namun, tidak ada penjelasan lebih lanjut tentang pembelian saham pada perusahaan pemurnian bijih nikel yang disebut dalam rencana akhir tersebut.

Per 31 Desember 2023, pemegang saham mayoritas sekaligus pengendali adalah PT Harita Jayaraya dengan 86,48 persen atau sekitar 54,56 miliar saham. Kemudian, saham yang beredar di masyarakat adalah sekitar 13,52 persen atau sekitar 8 miliar lembar.

NCKL melakukan kegiatan hilirisasi penambangan nikel dengan membangun beberapa fasilitas produksi pengolahan bijih nikel seperti feronikel yang dapat digunakan untuk bahan baku pembuatan baja nirkarat (stainless steel) dan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) juga sebagai produk turunan dari bijih nikel yang merupakan bahan baku untuk pembuatan baterai kendaraan listrik (electric vehicles).

Rencana hilirisasi lanjutan tersebut membutuhkan investasi yang sangat besar. Oleh karena itu, pada 2023 perseroan melakukan Penawaran Umum dan mencatatkan saham pada Bursa Efek Indonesia untuk mendapatkan dana demi membiayai ekspansi lanjutan di Kawasan Industri Pulau Obi yang berstatus Proyek Strategis Nasional.

Dana penawaran umum perdana saham atau initial public (IPO) NCKL per 31 Desember 2023 masih menyisakan Rp2,044 triliun dari Rp9,9 triliun.