MARKET

Laba Energi Mega Persada (ENRG) pada 2023 Naik Jadi US$68,43 Juta

Keuntungan selisih kurs menekan beban lain-lainnya.

Laba Energi Mega Persada (ENRG) pada 2023 Naik Jadi US$68,43 JutaPT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).
01 April 2024

Fortune Recap

  • PT Energi Mega Persada Tbk mencatat laba bersih US$68,43 juta pada 2023, naik 2,25% dari tahun sebelumnya.
  • Penjualan bersih ENRG turun 6,89% menjadi US$420,77 juta, dengan penjualan migas masih didominasi oleh pelanggan domestik di atas 10%.
  • Beban pokok penjualan naik menjadi US$274,710 juta, namun perseroan mencatat beban lain-lain yang turun signifikan dari tahun sebelumnya.
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Emiten Group Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk, mengemas laba bersih US$68,43 juta sepanjang 2023. Angka itu naik 2,25 dari tahun sebelumnya yang sebesar US$66,73 juta.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Senin (1/4), ENRG membukukan penjualan bersih US$420,77 juta atau turun 6,89 persen dari sebelumnya US$451,93 juta.

Penjualan ENRG masih ditopang oleh gas bumi dengan raihan US$280,95 juta atau turun dari US$322,32 juta pada tahun sebelumnya. Sedangkan minyak mentah turun dari US$136,04 juta menjadi US$131,95 juta.

Kemudian, terdapat segmen DMO dan over lifting yang menurunkan total penjualan sebesar US$2,84 juta, lebih rendah dari tahun sebelumnya yang sebesar US$6,43 juta. Penjualan dari usaha penunjang lainnya mencapai US$10,71 juta.

Penjualan migas ENRG di atas 10 persen masih didominasi oleh pelanggan domestik, yaitu PT Kilang Pertamina Internasional sebesar US$90,79 juta, PT Petrokimia Gresik US$33,30 juta, dan PT PLN (Persero) US$28,91 juta. Sedangkan pelanggan luar negeri yang menjadi pangsa di atas 10 persen dari total penjualan ENRG adalah Lukoil Asia Pacific Pte Ltd, yakni US$112,51 juta. 

Jika dilihat berdasarkan segmen operasinya, penjualan ENRG disumbang dari Blok Malacca Strait sebesar US$132,55 juta, Blok gas Kangean US$127,09 juta, Blok KKKS Bentu US$130,9 juta, blok lainnya US$19,27 juta, serta usaha penunjang lainnya US$10,60 juta.

Berkebalikan dengan penurunan penjualan, beban pokok penjualan justru naik menjadi US$274,710 juta atau setara Rp2,97 triliun. Meski begitu, kenaikan beban tersebut tak terlalu jauh dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$268,32 juta.

Dus, perseroan mencatat laba bruto sebesar US$146,04 juta dari sebelumnya US$183,61 juta. 

Beban usahanya terkerek dari US$15,95 juta pada 2022 menjadi US$24,02 juta pada tahun lalu, sehingga laba usaha tertekan dari US$167,76 juta pada 2022 menjadi US$122,04 juta pada 2023.

Beban lain-lain turun signifikan 

Dari pos penghasilan lain-lain, ENRG meraup keuntungan dari selisih kurs US$634.468 dari sebelumnya yang hanya sebesar US$423.903. Kemudian, terdapat penggantian biaya overhead sebesar US$420.218 dari sebelumnya US$91.518; penghasilan bunga US$52.112 dari sebelumnya US$60.644; serta penghasilan lain-lain sebesar US$7,81 juta.

Namun, beban keuangan membengkak menjadi -US$22.39 juta dari sebelumnya -US$19,88 juta. Ditambah lagi, terdapat rugi penurunan nilai -US$2.52 juta dari sebelumnya hanya -US$142.570.

Kendati begitu, perseroan mencatat beban lain-lain sebesar -US$20,74 juta atau turun cukup siginifikan dari sebelumnya -US$27,30 juta.

Beban pajak penghasilan berkurang drastis dari sebelumnya US$73,62 juta dari sebelumnya US$33,12 juta.

Sementara itu, total kewajiban ENRG mencapai US$783,65 juta atau naik dibandingkan periode akhir tahun 2022 yang sebesar US$679,40 juta. Ini terdiri dari liabilitas jangka panjang tercatat sebesar US$420,107 juta dan liabilitas jangka pendek yang sebesar US$364,64 juta.

Untuk ekuitas, ENRG mencatatkan kenaikan tipis menjadi US$655,72 juta dari sebelumnya US$588,00 juta. Total aset mencapai nilai US$1,36 miliar dibandingkan dengan periode Desember 2022 yang sebesar US$1,19 juta.

Related Topics