MARKET

Rupiah Dibuka Menguat, Investor Antisipasi Sikap Dovish Fed

Gerak mata uang kawasan Asia pada Rabu pagi bervariasi.

Rupiah Dibuka Menguat, Investor Antisipasi Sikap Dovish FedIlustrasi nilai tukar rupiah. (Pixabay/ooceey)
06 March 2024

Fortune Recap

  • Rupiah dibuka menguat pada Rp15.754 per US$ pada perdagangan Rabu (6/3) pagi.
  • Prediksi analis Lukman Leong menyatakan rupiah akan menguat terhadap US$ yang melemah setelah data PMI non-manufaktur AS turun 0,8 poin.
  • Investor menanti pernyataan Gubernur Fed, Jerome Powell, dan memprediksi rupiah akan bergerak pada kisaran Rp15.700-15.800 per US$ hari ini.
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Rupiah dibuka menguat pada perdagangan Rabu (6/3) pagi.

Menurut RTI, mata uang Indonesia itu naik 11 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp15.754 per US$ dari penutupan hari sebelumnya pada Rp15.771 per US$.

Analis pasar, Lukman Leong, memperkirakan hari ini rupiah akan menguat terhadap Dolar AS yang mengalami pelemahan setelah data PMI non manufaktur (jasa) yang terekam dalam ISM Service.

PMI non-manufaktur Februari AS berada pada level 52,6 persen atau turun 0,8 poin dibandingkan dengan Januari yang sebesar 53,4 persen.

"Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yg melemah setelah data AS ISM service yg lebih rendah dari perkiraan," ujarnya kepada Fortune Indonesia, Rabu (5/3).

Di luar itu, menurutnya, investor masih menanti pernyataan Gubernur Fed, Jerome Powell, perihal ekonomi Amerika Serikat dan kebijakan suku bunga bank sentral.

Karena itu, dia memprediksi rupiah akan bergerak pada kisaran Rp15.700-15.800 per US$ hari ini.

"Investor juga mengantisipasi kemungkinan sikap dovish the Fed dalam testimonial malam ini," ujarnya.

Sementara itu, mata uang kawasan Asia terpantau bergerak bervariasi.

Yen Jepang melemah 0,05 persen, Yuan China menguat 0,02 persen, Won Korea naik 0,15 persen, Pedo Filipina minus 0,14 persen, dan Ringgit Malaysia menguat 0,15 persen.

Berdasarkan kurs referensi Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), rupiah berada pada level Rp15.756 per US$.

Sebelumnya, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, dalam riset yang dipublikasikan Selasa (5/3) memperkirakan rupiah akan bergerak terbatas pada hari ini.

Menurutnya kesaksian Jerome Powell dan data nonfarm payrolls sangat ditunggu pasar guna mengetahui petunjuk lebih lanjut atas suku bunga AS.

“Para analis memperkirakan Powell akan menegaskan kembali pendiriannya bahwa Fed perlu lebih diyakinkan inflasi bergerak kembali menuju target tahunan bank sebesar 2 persen,” katanya.

Related Topics