BEI Luncurkan Master Plan 2026-2030, Bidik Posisi 10 Besar Bursa Dunia

- Berharap jadi 10 besar dunia dari sisi kapitalisasi pasar dan nilai transaksi.
- Master Plan memuat tujuan besar 2030.
- Menargetkan dapat tambahan 2 juta investor baru tahun depan.
Jakarta, FORTUNE - Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi menetapkan target serius demi menembus jajaran 10 bursa efek terbesar di dunia pada 2030. Target ini diukur berdasarkan nilai kapitalisasi pasar dan volume transaksi yang kompetitif di kancah global.
Guna menjaga momentum pertumbuhan pasar modal, Direktur Utama BEI, Iman Rachman, memperkenalkan Master Plan BEI 2026-2030. Peta jalan strategis ini akan menjadi kompas pengembangan bisnis Indonesia untuk lima tahun ke depan dengan fokus pada penciptaan pasar yang inovatif, transparan, inklusif, serta terkoneksi secara global.
“Harapannya Indonesia dapat masuk ke top 10 bursa dunia berdasarkan kapitalisasi pasar atau nilai transaksi, sekaligus memberikan manfaat optimal bagi investor, emiten, dan perekonomian nasional,” ujar Iman dalam acara pembukaan perdagangan BEI di Jakarta, Jumat (2/1).
BEI memproyeksikan nilai rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada 2026 mencapai Rp15 triliun per hari.
Selain itu, BEI membidik 555 pencatatan efek baru, termasuk di antaranya 50 emiten saham perdana. Untuk mencapai sasaran tersebut, BEI akan mengoptimalkan kanal distribusi informasi guna menjaring sedikitnya 2 juta investor baru sepanjang tahun ini.
"Kami percaya agar terwujud visi ini dibutuhkan sinergi seluruh stakeholder. Untuk itu, kami sangat mengharapkan dukungan dan kolaborasi dari emiten, anggota bursa, dan seluruh pemangku kepentingan agar Master Plan BEI 2026-2030 dapat teraksana dengan baik dan memberikan manfaat yang nyata bagi pasar modal Indonesia," ujar Iman.
Optimisme bursa didukung oleh performa gemilang 2025.
Sepanjang tahun lalu, aktivitas perdagangan mencatatkan 24 kali rekor tertinggi baru (all-time high) dengan kapitalisasi pasar Rp16.000 triliun. Realisasi RNTH 2025 juga tercatat kuat pada Rp18,06 triliun dengan frekuensi transaksi harian 1,78 juta kali.
Tren positif ini berlanjut pada pembukaan perdagangan perdana 2026.
Pada Jumat (2/1) pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 23,26 poin atau 0,27 persen ke posisi 8.670,20. Volume transaksi awal tercatat mencapai 1,97 miliar saham dengan nilai transaksi Rp1,05 triliun.
“Mari kita jadikan tahun ini sebagai momentum untuk melanjutkan perjalanan pembangunan pasar modal yang lebih kuat, inklusif, dan berkontribusi bagi perekonomian nasional,” kata Iman.










