Purbaya Optimistis IHSG Tembus 10.000: "Kita Akan Membaik Terus"

- Dia meyakini target tersebut dapat dicapai.
- Kebijakan ekonomi telah lebih baik dan sinkron antara pemerintah dan Bank Indonesia.
- Purbaya juga akan terus melihat perkembangan upaya pemberantasan praktik manipulasi pasar.
Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk menyentuh level 10.000 pada tahun ini merupakan sasaran realistis.
Optimisme ini didukung oleh kinerja pasar yang langsung tancap gas pada awal tahun. Dalam pembukaan perdagangan perdana 2026, Jumat (2/1), IHSG menguat 23,26 poin atau 0,27 persen ke posisi 8.670,20.
Purbaya menilai kenaikan indeks ketika pasar dibuka tersebut mencerminkan sentimen positif terhadap arah kebijakan ekonomi ke depan.
“Tadi waktu dibuka sudah naik. Jadi, saya pikir memang itu ada optimisme di pasar, bahwa kita akan membaik terus ke depan,” ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (2/1).
Menurut Purbaya, salah satu motor penggerak utama tahun ini adalah sinkronisasi kebijakan ekonomi antara pemerintah dan Bank Indonesia (BI) yang jauh lebih solid dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Akselerasi ekonomi pada 2026 diproyeksikan datang dari harmonisasi kebijakan fiskal dan moneter tersebut. Purbaya bahkan meyakini bahwa target pertumbuhan ekonomi pada level 6 persen berada dalam jangkauan.
“Karena kebijakan kita dengan BI sudah amat sinkron sebenarnya bukan mustahil dicapai tahun ini. Harusnya ekonomi akan tumbuh lebih cepat,” kata Purbaya.
Ia mengakui koordinasi pada masa lalu belum sekuat saat ini.
“Kalau kemarin kami masih separuh-separuh. Seharusnya dengan kebijakan yang lebih sinkron dengan bank sentral dan lain-lain, ekonomi kita tumbuh lebih cepat,” ujarnya.
Di tengah proyeksi pertumbuhan tersebut, Purbaya juga memberikan catatan tegas mengenai integritas pasar. Ia akan terus memantau efektivitas otoritas pasar modal dalam memberantas praktik manipulasi harga atau "saham gorengan".
Mengenai wacana pemberian insentif pasar modal pada 2026, dia mengaku belum menerima usulan resmi. Namun, ia menekankan setiap insentif harus dibarengi dengan prestasi nyata dalam penegakan hukum di pasar modal.
“Kalau mereka minta insentif, saya akan tanya, prestasinya apa, sudah berapa orang ditangkap?” kata Purbaya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menekankan penguatan perlindungan investor adalah prioritas utama. OJK berkomitmen menindak tegas praktik transaksi tidak wajar demi menjaga keberlanjutan partisipasi investor ritel.
“Makin meningkatkan urgency penguatan aspek pelindungan termasuk melindungi investor ritel dari praktik kemungkinan goreng-goreng saham, transaksi tidak wajar, serta kemungkinan bentuk manipulasi lainnya,” ujar Mahendra.










