Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

MSCI-FTSE Respons Konstruktif Atas Proposal BEI, IHSG Diproyeksi Naik

MSCI-FTSE Respons Konstruktif Atas Proposal BEI, IHSG Diproyeksi Naik
IHSG saat menembus level 9.000, Rabu (14/1).

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan kenaikannya pada Selasa (24/2), setelah ditutup menguat 1,5 persen ke level 8.396 pada perdagangan Senin (23/2).

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, secara teknikal, IHSG masih menunjukkan potensi kembali menguat menuju area resisten psikologis di antara 8.400-8.500.

"Potensi itu didukung oleh kembalinya arus akumulasi investor asing serta penguatan harga komoditas yang turut mendorong saham-saham berbasis korelasi komoditas," kata Reza dalam riset hariannya, Selasa.

Daftar saham pilihan tim BRIDS hari ini, meliputi: MBMA, BIPI, dan SOCI.

Dari ranah global, investor merespon positif atas dibatalkannya pemberlakukan tarif resiprokal Presiden Trump oleh Mahkamah Agung AS (20/2). Kendati demikian, Presiden Trump kemudian menyatakan akan memberlakukan tarif global baru sebesar 15 persen.

"Investor berharap perjanjian dagang antara AS-Indonesia yang sudah ditandatangani pada pekan lalu (19/2) dapat batal, karena dalam perjanjian tersebut tarif yang ditetapkan lebih tinggi, yaitu 19 persen," demikian menurut tim riset Phintraco Sekuritas.

Selain itu, faktor positif juga berasal dari adanya berita bahwa MSCI menyetujui proposal Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Phintraco Sekuritas menilai, secara teknikal, histogram MACD IHSG berlanjut bergerak menguat di teritori positif dan didukung oleh kenaikan volume beli. Namun Stochastic RSI mulai melambat dan berada di area overbought. IHSG ditutup di atas level MA20.

"Sehingga diperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dan menguji level 8.450-8.500, jika dapat ditutup di atas level 8.400," kata tim Phintraco Sekuritas.

Saham-saham yang menjadi pilihan Phintraco Sekuritas hari ini adalah BBRI, BRPT, UNVR, ESSA, dan TINS.

Realisasi belanja negara mencapai Rp227,3 triliun per 31 Januari 2026 atau tumbuh sebesar 25,7 persen (YoY). Kenaikan itu menunjukkan akselerasi belanja pemerintah sejak awal tahun, khususnya untuk mendukung program prioritas dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Secara detail, belanja negara terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp 131,9 triliun dan transfer ke daerah (TKD) senilai Rp 95,3 triliun.

"Melihat lajunya, belanja pemerintah pusat meningkat  hingga 53,3 persen (YoY), sementara transfer ke daerah hanya tumbuh tipis 0,6 persen (YoY)," catat Phintraco Sekuritas.

Share
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Market

See More

MSCI-FTSE Respons Konstruktif Atas Proposal BEI, IHSG Diproyeksi Naik

24 Feb 2026, 07:46 WIBMarket