Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Soal Isu 'Cuci Uang', Komut RANS: Lebih Bersifat Rumor Dibanding Fakta

Soal Isu 'Cuci Uang', Komut RANS: Lebih Bersifat Rumor Dibanding Fakta
Momen pencatatan saham perdana PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) di Bursa Efek Indonesia, Jumat (10/7).
Intinya Sih
  • Komisaris Utama RANS, Darwin Cyril Noerhadi, menegaskan isu pencucian uang terhadap RANS hanya berupa rumor dan menyebut seluruh proses IPO telah memenuhi aturan OJK serta BEI.
  • RANS menjelaskan valuasi perusahaan meningkat dari Rp1,3 triliun menjadi sekitar Rp2 triliun berkat kinerja dan investasi Grup Emtek senilai Rp248 miliar pada 2021.
  • Pendapatan RANS turun menjadi Rp353,38 miliar pada 2025 karena pergeseran fokus dari segmen media ke non-media, dengan 51,67% pendapatan kini berasal dari bisnis non-media.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE - PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) membantah tudingan 'pencucian uang' yang banyak dilontarkan kepada perseroan.

Komisaris Utama RANS, Darwin Cyril Noerhadi, mengatakan, hal itu lebih mengarah kepada rumor dibandingkan fakta yang ada. Dalam hematnya, sebagai emiten yang telah resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), RANS telah memenuhi aturan regulator, termasuk aspek hukum.

"Proses IPO itu melalui ketentuan aturan yang harus dipenuhi setiap emiten, baik di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun BEI. Pertanyaan dan jawabannya itu boleh dibilang raturan halaman," kata Darwin dalam Konferensi Pers IPO saham RANS, Jumat (10/7).

Dari segi valuasi, ia menjelaskan, lonjakan yang terjadi didorong oleh kinerja dan investasi Grup Emtek pada 2021, yakni senilai Rp248 miliar atau sekitar 17-18 persen saham. Saat itu, valuasinya sudah mencapai Rp1,3 triliun.

"Sekarang dengan pertumbuhan 10 persen, kurang lebih bisa Rp2 triliun lebih. Itulah yang terjadi. Makanya saya rasa IPO RANS itu penting untuk menyampaikan apa yang terjadi di emiten ini berdasarkan fakta yang ada, mengikuti ketentuan baik dari OJK maupun BEI.

Lebih lanjut, ia menambahkan, selama fase persiapan yang dikawal oleh underwriter, yakni PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, setidaknya ada tiga aspek yang ditinjau, yakni: aspek hukum, keterbukaan berkaitan dengan akuntansi dan pembukuannya, lalu keterbukaan informasi.

"Semua transaksi itu harus dibuktikan dengan aspek hukum, dokumen notaris. Lalu dari mana pembukuannya? Itu kami juga perlihatkan. Itu prosesnya semua terjadi," ujarnya.

Terkait kinerja, RANS membukukan pendapatan senilai Rp353,38 miliar pada 2025, turun dari Rp410,49 miliar pada 2024. Sejalan dengan itu, laba tahun berjalannya menurun dari Rp97,07 miliar menjadi Rp56,69 miliar.

Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, menjelaskan, penurunan tersebut terjadi karena pergeseran fokus sumber pendapatan perseroan dari segmen media ke segmen non-media. Hasilnya, kontribusi pendapatan dari lini Brand Ambassador (bagian dari segmen media) menurun dari 24 persen pada 2023 menjadi 14 persen pada 2025.

"Sebaliknya, per 2025, sebesar 51,67 persen total pendapatan RANS sudah dikontribusikan oleh bisnis non-media. Itu memang salah satu cara kami membuktikan bahwa memang risiko-risiko itu sudah kami siasati terlebih dahulu, supaya mengurangi risiko ketergantungan terhadap saya dan Raffi," kata Nagita. "Kami fokusnya [sekarang] di IP based product, event, dan juga nanti penggunaan AI ke depannya."

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria

Related Articles

See More