Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa Itu ARA dalam Saham? Pahami Ketentuan Batasnya

Apa Itu ARA dalam Saham? Pahami Ketentuan Batasnya
ilustrasi investasi (pexels.com/RDNE Stock Project)
Intinya Sih
  • Saham JELI dan JECX langsung menyentuh Auto Reject Atas (ARA) pada hari pertama perdagangan di BEI.

  • ARA adalah mekanisme pembatasan kenaikan harga harian saham yang diterapkan BEI untuk menjaga stabilitas perdagangan.

  • Penerapan ARA mencegah euforia pasar berlebihan, namun juga dapat membatasi potensi keuntungan jangka pendek.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) dan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) langsung menyentuh Auto Reject Atas (ARA) pada hari pertama perdagangan setelah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pergerakan tersebut menunjukkan adanya lonjakan permintaan yang mendorong harga kedua saham hingga mencapai batas kenaikan harian yang ditetapkan bursa.

Fenomena saham yang menyentuh ARA kerap terjadi, terutama pada saham yang baru mencatatkan penawaran umum perdana (IPO). Kondisi ini membuat banyak investor pemula perlu memahami apa itu ARA dalam saham, bagaimana mekanisme, serta dampaknya.

Table of Content

Apa itu ARA dalam saham?

Apa itu ARA dalam saham?

ARA atau Auto Reject Atas adalah mekanisme pembatasan kenaikan harga saham dalam satu hari perdagangan yang diterapkan oleh BEI. Ketika harga suatu saham telah mencapai batas maksimum kenaikan harian, sistem perdagangan BEI akan secara otomatis menolak seluruh order beli yang berada di atas harga tersebut.

Tujuan penerapan ARA adalah untuk menjaga stabilitas perdagangan sekaligus mencegah lonjakan harga yang terlalu tinggi dalam waktu singkat akibat spekulasi atau euforia pasar. Sehingga, pergerakan harga saham tetap berlangsung dalam rentang yang telah ditentukan.

Sebagai ilustrasi, saham ditutup pada harga Rp1.000 dan termasuk dalam kelompok saham dengan batas ARA 25 persen. Harga maksimal saham tersebut pada hari perdagangan berikutnya adalah Rp1.250. Ketika harga telah mencapai level tersebut, sistem tidak akan menerima order beli di atas Rp1.250 hingga sesi perdagangan berakhir.

Ketentuan batas ARA di BEI

BEI menetapkan batas ARA berdasarkan kelompok harga saham. Ketentuan tersebut mengacu pada keputusan direksi No. Kep-00023/BEI/03-2020 yang mengatur Batasan ARA dan mekanisme auto rejection.

Berikut batas maksimal kenaikan harga saham berdasarkan kelompok harga:

Harga saham

Batas ARA

Rp50–Rp200

35 persen

Rp200–Rp5.000

25 persen

Di atas Rp5.000

20 persen

Perbedaan ARA dan ARB

Dalam perdagangan saham, ARA selalu dipasangkan dengan Auto Reject Bawah (ARB). Jika ARA membatasi kenaikan harga, ARB berfungsi membatasi penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan.

Saat harga saham mencapai batas ARB, sistem BEI akan otomatis menolak seluruh order jual yang berada di bawah batas tersebut. Mekanisme ini diterapkan untuk mengurangi risiko kepanikan pasar (panic selling) yang dapat memicu penurunan harga secara ekstrem.

Jadi, ARA dapat diibaratkan sebagai batas atas atau plafon pergerakan harga harian, sedangkan ARB menjadi batas bawahnya. Keduanya merupakan instrumen pengendali volatilitas agar perdagangan berlangsung lebih teratur.

Dampak ARA bagi investor

Penerapan ARA memiliki sejumlah implikasi terhadap aktivitas perdagangan saham. Pertama, ARA dapat menjaga stabilitas pasar dengan membatasi kenaikan harga yang terlalu cepat. Ini bisa mengurangi potensi terbentuknya harga yang tidak wajar akibat spekulasi.

Kedua, ketika suatu saham menyentuh ARA, peluang membeli saham tersebut biasanya menjadi lebih terbatas karena penjual cenderung menahan kepemilikannya di tengah tingginya permintaan. Kondisi ini dapat menyebabkan antrean beli meningkat.

Ketiga, saham yang mencapai ARA sering kali dipandang sebagai sinyal adanya sentimen positif atau momentum yang kuat. Meski demikian, kondisi tersebut tidak selalu mencerminkan perubahan fundamental perusahaan sehingga investor tetap perlu melakukan analisis secara menyeluruh.

Di sisi lain, mekanisme ARA juga dapat membatasi potensi keuntungan jangka pendek ketika pasar sedang bergerak sangat bullish karena harga tidak dapat naik melampaui batas harian yang telah ditetapkan.

Strategi menghadapi saham yang menyentuh ARA

Investor tetap perlu mengedepankan analisis meski suatu saham mengalami Auto Reject Atas (ARA). Pastikan kenaikan harga didukung oleh kinerja fundamental perusahaan, bukan semata-mata dipengaruhi sentimen jangka pendek atau spekulasi pasar.

Selain itu, perhatikan volume perdagangan untuk menilai kekuatan tren yang sedang berlangsung. Jika harga sudah mendekati batas ARA, strategi take profit secara bertahap dapat menjadi salah satu opsi untuk mengelola potensi keuntungan.

Sebaliknya, hindari mengambil keputusan investasi hanya karena takut ketinggalan momentum atau fear of missing out (FOMO) tanpa didukung analisis yang memadai. Diversifikasi portofolio juga penting agar pergerakan ekstrem pada satu saham tidak terlalu memengaruhi keseluruhan nilai investasi.

Demikian penjelasan mengenai apa itu ARA dalam saham. Dengan memahami mekanisme ini, investor dapat mengenali batas pergerakan harga harian dan mengambil keputusan investasi secara lebih rasional.

FAQ seputar apa itu ARA dalam saham

Apa perbedaan ARA dan ARB?

ARA membatasi kenaikan harga saham, sedangkan ARB membatasi penurunannya.

Mengapa saham bisa menyentuh ARA?

Karena permintaan beli sangat tinggi hingga harga mencapai batas kenaikan harian yang ditetapkan bursa.

Apakah saham bisa ARA beberapa hari berturut-turut?

Bisa, selama setiap hari masih terdapat permintaan beli yang mendorong harga mencapai batas ARA.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Ana Widiawati
EditorAna Widiawati

Related Articles

See More