Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Private Equity: Pengertian, Cara Kerja, Risiko, dan Potensi Return

Private Equity: Pengertian, Cara Kerja, Risiko, dan Potensi Return
ilustrasi private equity (unsplash.com/Markus Winkler)
Intinya Sih
  • Private equity adalah investasi pada perusahaan non-publik yang dikelola oleh manajer profesional untuk meningkatkan nilai bisnis sebelum dijual kembali.

  • Proses investasinya mencakup penggalangan dana, akuisisi perusahaan target, peningkatan kinerja operasional, hingga penjualan atau IPO sebagai tahap exit.

  • Risiko utama private equity meliputi likuiditas rendah, biaya tinggi, penggunaan utang, serta ketergantungan pada keahlian pengelola.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Private equity adalah salah satu instrumen investasi alternatif yang semakin dikenal di pasar global. Berbeda dengan investasi saham di bursa, private equity berfokus pada penyertaan modal di perusahaan yang belum tercatat di pasar saham (private company).

Instrumen ini selama bertahun-tahun didominasi investor institusi seperti dana pensiun, perusahaan asuransi, hingga sovereign wealth fund. Namun, sejumlah pengelola investasi kini mulai menghadirkan berbagai skema yang membuka akses lebih luas bagi investor individu.

Karena memiliki karakteristik berbeda dari saham publik, Anda perlu memahami cara kerja, risiko, hingga potensi imbal hasil private equity. Berikut penjelasan lengkapnya!

Table of Content

Apa itu private equity?

Apa itu private equity?

Private equity (PE) adalah investasi pada perusahaan yang tidak diperdagangkan di bursa efek. Dana investasi tersebut dihimpun oleh perusahaan private equity dari para investor, kemudian dikelola untuk mengakuisisi atau menanamkan modal pada suatu bisnis.

Setelah masuk sebagai pemegang saham, perusahaan private equity umumnya mengambil peran aktif dalam pengelolaan bisnis. Mulai dari memperbaiki operasional, memperkuat tata kelola, hingga mendorong ekspansi perusahaan.

Investasi biasanya berlangsung selama beberapa tahun sebelum dilepas melalui penjualan kepada perusahaan lain, sesama perusahaan private equity, atau lewat IPO.

Dalam praktiknya, terdapat beberapa strategi investasi private equity, antara lain:

  • Buyout: Mengakuisisi mayoritas atau seluruh kepemilikan perusahaan yang sudah mapan.
  •  Growth equity: Menanamkan modal pada perusahaan tahap menengah yang memiliki prospek pertumbuhan tinggi.
  • Venture capital: Berinvestasi pada startup atau perusahaan tahap awal dengan potensi pertumbuhan besar.
  •  Secondary investment: Membeli kepemilikan pada dana private equity yang sudah ada dari investor lain.

Bagaimana cara kerja private equity?

Private equity dikelola dalam bentuk limited partnership. Jadi, perusahaan private equity bertindak sebagai general partner (GP) yang mengelola investasi, sedangkan investor menjadi limited partner (LP) yang menyediakan sebagian besar modal.

Secara umum, siklus investasi private equity meliputi beberapa tahap berikut.

  • Penggalangan dana (fundraising)

Perusahaan private equity mengumpulkan komitmen dana dari investor. Modal biasanya tidak langsung disetor sekaligus, melainkan melalui mekanisme capital call sesuai kebutuhan investasi.

  • Investasi pada perusahaan target

Setelah menemukan perusahaan yang dinilai memiliki potensi, dana investor digunakan untuk mengakuisisi atau membeli saham perusahaan tersebut.

  • Meningkatkan nilai perusahaan

Selama masa kepemilikan, perusahaan private equity bekerja sama dengan manajemen untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperluas pasar, mengembangkan produk, memperkuat tata kelola, hingga memperbaiki struktur keuangan.

  • Exit investasi

Setelah nilai perusahaan meningkat, kepemilikan dijual kepada pihak lain atau dilepas melalui IPO. Hasil penjualan kemudian dibagikan kepada investor setelah dikurangi biaya pengelolaan dan pembagian keuntungan (carried interest).

Ingin memahami strategi investasi yang digunakan investor institusi dan pelaku pasar global secara mendalam?

Fortune Investment Forum 2026 adalah forum investasi premium yang dirancang untuk membantu investor memahami tren ekonomi global dan menyusun strategi investasi dengan lebih terarah.

Selama satu hari penuh, Anda akan mempelajari strategi investasi lintas aset, mulai dari saham, fixed income, kripto dan aset digital, private capital, komoditas, hingga real assets untuk membantu mengambil keputusan investasi dengan lebih percaya diri.

Benefit yang didapatkan:

  • Insight dari investor, ekonom, dan investment expert terkemuka
  • Pembahasan tren ekonomi global serta peluang investasi lintas aset
  • Networking dengan investor, profesional, dan pelaku industri
  • Akses rekaman sesi hingga 10 hari (Regular Pass) atau 30 hari (VIP Pass)
  • Langganan Majalah Fortune selama satu tahun
  • Makan siang dan 2 kali coffee break
  • Khusus VIP Pass: jalur registrasi eksklusif, tempat duduk premium di barisan depan, akses VIP Lounge, area makan siang eksklusif, serta sesi tanya jawab prioritas dengan para pembicara.

Daftar sekarang dan dapatkan tiket di sini: https://investmentforum.fortuneidn.com/

Risiko investasi private equity

Private equity juga memiliki sejumlah risiko yang perlu dipahami sebelum berinvestasi. Berikut beberapa risiko utama private equity.

  • Likuiditas rendah

Dana yang diinvestasikan umumnya terkunci dalam jangka waktu yang panjang. Akibatnya, investor tidak dapat dengan mudah menjual kepemilikannya atau mencairkan dana sebelum periode investasi berakhir.

  • Biaya relatif tinggi

Private equity umumnya memiliki struktur biaya yang lebih tinggi dibandingkan instrumen investasi konvensional. Biaya yang dikenakan biasanya mencakup management fee sekitar 2 persen per tahun serta carried interest sekitar 20 persen dari keuntungan investasi.

  • Penggunaan utang (leverage)

Banyak transaksi private equity memanfaatkan pembiayaan utang untuk mengakuisisi perusahaan. Strategi ini dapat meningkatkan potensi keuntungan ketika investasi berhasil, tetapi juga memperbesar risiko kerugian apabila kinerja perusahaan tidak sesuai ekspektasi.

  • Ketergantungan pada kemampuan pengelola

Hasil investasi sangat bergantung pada keahlian perusahaan private equity dalam memilih perusahaan target, meningkatkan kinerja operasional, hingga menentukan waktu yang tepat untuk melepas investasi (exit).

  • Transparansi lebih terbatas

Sebagian besar perusahaan dalam portofolio private equity belum tercatat di bursa efek sehingga tidak memiliki kewajiban keterbukaan informasi seperti perusahaan publik. Akibatnya, akses terhadap informasi dan pembaruan valuasi umumnya lebih terbatas.

Potensi return private equity

Private equity dikenal sebagai instrumen yang berorientasi jangka panjang. Dilansir Fidelity, secara historis investasi ini mampu menghasilkan imbal hasil jangka panjang yang lebih tinggi dibandingkan pasar saham publik apabila diukur dalam satu siklus pasar penuh.

Selain potensi return, private equity juga menawarkan sejumlah karakteristik lain, seperti:

  • Memberikan diversifikasi karena pergerakannya tidak selalu berkorelasi langsung dengan pasar saham
  • Membuka akses ke perusahaan yang belum melantai di bursa
  • Memungkinkan investor memperoleh manfaat dari pertumbuhan perusahaan sebelum menjadi emiten publik.

Perlu diingat, potensi keuntungan tersebut bergantung pada kemampuan pengelola dana dalam meningkatkan nilai perusahaan selama masa investasi.

Demikian penjelasan mengenai private equity. Dibandingkan investasi di saham publik, private equity menawarkan potensi imbal hasil jangka panjang yang menarik. Namun, likuiditasnya lebih rendah, periode investasi panjang, serta tingkat risiko lebih tinggi.

FAQ seputar private equity

Bagaimana private equity memperoleh keuntungan?

Keuntungan diperoleh dari kenaikan nilai perusahaan yang kemudian dijual melalui akuisisi, penjualan kepada investor lain, atau IPO.

Apa risiko utama private equity?

Risiko utamanya meliputi likuiditas rendah, biaya tinggi, penggunaan leverage, serta ketergantungan pada kemampuan pengelola investasi.

Siapa yang dapat berinvestasi di private equity?

Instrumen ini umumnya diakses investor institusi dan individu dengan kekayaan tinggi, meski kini tersedia beberapa alternatif yang lebih mudah diakses.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Ana Widiawati
EditorAna Widiawati

Related Articles

See More