Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

11 Saham Penuhi Kriteria MSCI, Peluang RI Tetap di Emerging Market

11 Saham Penuhi Kriteria MSCI, Peluang RI Tetap di Emerging Market
ilustrasi saham (pexels.com/AlphaTradeZone)
Intinya Sih
  • Pakar menilai status Indonesia masih bertahan di kategori Emerging Market karena 11 saham memenuhi tiga kriteria utama.

  • Status freeze MSCI terhadap Indonesia dianggap sebagai masa evaluasi efektivitas reformasi pasar modal.

  • Meredanya ketegangan di Timur Tengah dan turunnya harga minyak dunia menurunkan risiko ekonomi Indonesia serta memberi sentimen positif bagi pasar saham domestik.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE – Terdapat 11 saham yang memenuhi tiga kriteria utama MSCI untuk pasara berkembang. Hal ini yang mendasari penilaian bahwa Indonesia akan turun dari kategori Emerging Market ke Frontier Market belum akan terealisasi.

Pengamat pasar modal, Hans Kwee, mengungkapkan anggapan tersebut kurang berdasar apabila mengacu pada hasil MSCI Market Classification Review Juni 2026.

“Saat ini, pasar saham Indonesia memiliki 11 saham yang memenuhi tiga kriteria utama MSCI. Artinya, sekalipun ada beberapa saham yang keluar pada peninjauan Agustus 2026, jumlahnya masih jauh di atas syarat minimum tiga saham," ujar Hans.

Table of Content

Tiga kriteria utama MSCI

Tiga kriteria utama MSCI

Hans menjelaskan, MSCI mensyaratkan suatu negara minimal memiliki tiga saham yang memenuhi kriteria utama guna mempertahankan statusnya di pasar berkembang. Kriteria tersebut mencakup total nilai kapitalisasi perusahaan, kapitalisasi pasar saham publik yang beredar (free float), serta likuiditas perdagangan reguler bagi investor global.

​Secara terperinci, saham di kategori Emerging Market minimal harus memenuhi beberapa syarat minimum, di antaranya:

  • Kapitalisasi perusahaan sekitar 3,94 miliar dolar AS
  • Kapitalisasi  pasar free float sekitar 1,97 miliar dengan memperhitungkan porsi bagi investor global
  • Likuiditas perdagangan minimal 15 persen berdasarkan Annualized Traded Value Ratio (ATVR).

Menurut Hans, Bursa Efek Indonesia saat ini memiliki 11 saham yang telah memenuhi seluruh persyaratan. Jika ada saham yang keluar dari peninjauan MSCI pada Agustus 2026, jumlah emitennya masih jauh di atas ketentuan minimum. Artinya, Indonesia akan diturunkan ke kategori Frontier Market tidak didukung oleh kondisi pasar modal sekarang.

MSCI mempertahankan status freeze untuk RI

Hans menaruh perhatian pada tindakan MSCI yang masih mempertahankan status freeze terhadap Indonesia. Langkah ini dinilai bukan pertanda Indonesia turun kelas, melainkan kesempatan bagi regulator dalam negeri untuk mengevaluasi data pasca reformasi.

MSCI diproyeksikan masih mengevaluasi efektivitas reformasi pasar modal yang diupayakan regulator. Misalnya, penggunaan data High Shareholding Concentration (HSC), klasifikasi investor yang lebih rinci, dan pengungkapan kepemilikan saham di atas 1 persen.

“MSCI pasti perlu waktu untuk menerapkan data baru Indonesia yang saat ini lebih lengkap dan transparan. Data HSC, klasifikasi investor yang naik dari sembilan menjadi 39, serta data kepemilikan saham di atas 1 persen tentu akan mempertajam analisis,” ungkap Hans.

Hal senada dikemukakan oleh Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata. Ia beranggapan risiko Indonesia turun ke Frontier Market memang menurun dibandingkan keputusan MSCI pada Juni, tetapi belum sepenuhnya hilang.

MSCI masih menerapkan sejumlah kebijakan pembekuan pada peninjauan Agustus 2026. Karena itu, ia menilai regulator nasional perlu menunjukkan bukti nyata pasar benar-benar mengalami perbaikan sebelum peninjauan pada November mendatang. 

Risiko di pasar modal Indonesia menurun

Dari kondisi eksternal, Hans memantau pasar saham domestik mulai berjalan kondusif seiring meredanya tensi di Timur Tengah dan menurunnya harga minyak global usai dibukanya kembali Selat Hormuz. Sentimen tersebut dinilai mengurangi risiko terhadap perekonomian Indonesia sebagai negara pengimpor minyak.

“Dengan turunnya harga minyak dunia, risiko Indonesia menurun sehingga tekanan terhadap pasar saham juga berkurang," jelas Hans.

Selain itu, struktur pasar minyak bergerak ke arah contango yang mencerminkan berkurangnya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan dalam jangka pendek.

Hans menilai kombinasi faktor domestik dan global berpotensi mengurangi tekanan terhadap pasar modal Indonesia dalam beberapa waktu ke depan.

FAQ seputar saham penuhi kriteria MSCI

Berapa saham yang memenuhi kriteria MSCI di Indonesia?

Ada 11 saham di BEI yang memenuhi kriteria MSCI. Pakar menilai Indonesia berpeluang bertahan di kategori Emerging Market.

Apa saja syarat utama agar saham bisa masuk kriteria MSCI?

Ada tiga ketentuan utama yang dinilai oleh MSCI, yaitu kapitalisasi pasar, saham beredar di publik, dan likuiditas.

Apa keuntungan saham yang masuk kriteria MSCI?

Keuntungan utamanya berupa aliran dana asing yang masif dan akses pendanaan lebih mudah.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Ana Widiawati
EditorAna Widiawati

Related Articles

See More