Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Pacu Kinerja Pasca-IPO, Esa Medika Mandiri (EMMI) Siap Bangun Pabrik Baru

Pacu Kinerja Pasca-IPO, Esa Medika Mandiri (EMMI) Siap Bangun Pabrik Baru
Pencatatan saham PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/7).
Intinya Sih
Sisi Positif
  • Target penyelesaian adalah semester II-2027.

  • Pabrik seluas 2.000–3.000 meter persegi ini akan menghasilkan produk anak usaha PT SUN, termasuk benang bedah WEGO Sutures yang dikomersialkan mulai kuartal I-2026.

  • Dana hasil IPO difokuskan pada penguatan modal, pembangunan fasilitas produksi baru, serta penambahan modal kerja.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Emiten penyedia solusi alat kesehatan, PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), akan membangun pabrik baru di Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten.

Fasilitas itu ditargetkan selesai pada semester II-2027.

Direktur Utama PT Esa Medika Mandiri Tbk, Florian Chris Widjaja, mengatakan pabrik tersebut akan dibangun pada akhir 2026. Luasnya sekitar 2.000-3.000 meter persegi dengan bangunan 2-3 lantai. Pabrik ini akan digunakan untuk proses produksi produk baru perusahaan anak perseroan, yakni PT SUN.

Langkah tersebut merupakan salah satu strategi perusahaan tersebut meningkatkan produksi dan kinerja.

"Target pertumbuhan kami tahun ini seharusnya double digit, untuk laba dan pendapatan," kata Florian saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/7), setelah pencatatan saham perdana EMMI.

Selain meningkatkan produksi, EMMI juga akan memperluas pasar produk manufaktur, terutama benang bedah. Perusahaan itu juga menargetkan dapat menjual produk-produk itu ke rumah sakit swasta sebagai upaya ekspansi pelanggan di luar rumah sakit publik (afiliasi negara).

"Kami memang fokus ke pekerjaan-pekerjaan yang didapatkan dari Kementerian Kesehatan maupun juga penjualan e-catalog," kata Florian.

Saat ini, EMMI memiliki kapasitas produksi hingga 4 juta buah per tahun. Khusus produk benang bedah, perseroan membidik realisasi produksi pada kisaran 1 juta - 1,5 juta buah per tahun, karena ini merupakan lini bisnis baru.

Sebagai konteks, produk benang bedah itu dipasarkan dengan nama WEGO Sutures dan mulai dikomersialkan pada kuartal I-2026. Saat ini, produk masih dalam proses CPAKB dan izin edar, dengan TKDN sekitar 40 persen.

Strategi perseroan masuk ke lini bisnis tersebut bertujuan menciptakan sumber pendapatan berulang dan stabil.

Sejak didirikan pada 2000, EMMI fokus pada perdagangan besar alat medis dengan basis pelanggan utama rumah sakit dan berbagai fasilitas kesehatan di Indonesia. Dana hasil IPO akan digunakan untuk tiga fokus utama: penguatan struktur permodalan, pengembangan fasilitas produksi, dan penambahan modal kerja.

Sebagian dana akan dipakai untuk membayar sebagian pinjaman bank, pembangunan gedung pabrik baru di Cikupa. Sementara itu, sisa dana bakal dimanfaatkan untuk membeli persediaan serta kebutuhan modal kerja terkait proyek dan pengadaan alat kesehatan.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana

Related Articles

See More