Lelang SUN Serap Rp32 Triliun, Minat Investor Meningkat

Pemerintah menyerap Rp32 triliun dari lelang SUN dengan total penawaran mencapai Rp55,09 triliun.
Dari sembilan seri yang ditawarkan, FR0109 menjadi favorit dengan penawaran tertinggi Rp19,39 triliun dengan nominal kemenangan Rp11,5 triliun.
Yield mayoritas seri SUN turun dibanding lelang sebelumnya, sementara pemerintah bersiap menggelar lelang SBSN senilai indikatif Rp10 triliun pada 14 Juli 2026.
Jakarta, FORTUNE — Pemerintah menyerap dana sebesar Rp32 triliun dari lelang Surat Utang Negara (SUN) yang digelar pada Selasa (7/7). Nilainya sesuai target indikatif di tengah meningkatnya minat investor terhadap surat utang pemerintah berdenominasi rupiah.
Berdasarkan hasil lelang yang dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, total penawaran yang masuk mencapai Rp55,09 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan lelang pada 23 Juni 2026 sebesar Rp46,58 triliun.
Pemerintah menawarkan sembilan seri SUN yang terdiri atas tiga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan enam seri Obligasi Negara (FR).
Table of Content
Hasil lelang SUN
Kenaikan penawaran investor tidak membuat pemerintah menyerap seluruh dana yang masuk. Dari total penawaran Rp55,09 triliun, pemerintah hanya memenangkan Rp32 triliun atau sekitar 58,1 persen dari total bid.
Pemerintah tetap menjaga disiplin biaya utang dengan hanya menerima penawaran yang dinilai kompetitif. Dibandingkan lelang sebelumnya, penawaran meningkat sekitar 18,3 persen, sedangkan nilai yang dimenangkan hanya bertambah sekitar 6,7 persen dari Rp30 triliun menjadi Rp32 triliun.
Lelang SUN kali ini dilakukan melalui sistem Bank Indonesia dengan menawarkan seri SPN01260808 (new issuance), SPN12261008 (reopening), SPN12270708 (new issuance), FR0109, FR0108, FR0106, FR0107, FR0102, dan FR0105.
Seri yang paling diminati investor
Dari sembilan seri yang ditawarkan, seri FR0109 menjadi penyumbang penawaran terbesar dengan nilai mencapai Rp19,39 triliun, disusul FR0108 sebesar Rp13,73 triliun. Sementara itu, pemerintah memenangkan nominal terbesar pada seri FR0109 senilai Rp11,5 triliun, diikuti FR0108 sebesar Rp9 triliun.
Berikut rincian penawaran yang masuk:
Seri | Penawaran Masuk |
|---|---|
SPN01260808 | Rp1,455 triliun |
SPN12261008 | Rp1,767 triliun |
SPN12270708 | Rp4,546 triliun |
FR0109 | Rp19,395 triliun |
FR0108 | Rp13,729 triliun |
FR0106 | Rp5,106 triliun |
FR0107 | Rp3,582 triliun |
FR0102 | Rp3,188 triliun |
FR0105 | Rp2,319 triliun |
Yield mayoritas turun dibanding lelang sebelumnya
Selain meningkatnya permintaan, hasil lelang juga menunjukkan penurunan yield pada sebagian besar seri acuan. Yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan tercatat sebagai berikut:
Seri | Yield | Nominal Dimenangkan |
|---|---|---|
SPN01260808 | 6,90000% | Rp1,20 triliun |
SPN12261008 | 7,04956% | Rp1,75 triliun |
SPN12270708 | - | Tidak dimenangkan |
FR0109 | 7,10442% | Rp11,50 triliun |
FR0108 | 7,17000% | Rp9,00 triliun |
FR0106 | 7,21984% | Rp2,95 triliun |
FR0107 | 7,22968% | Rp1,55 triliun |
FR0102 | 7,33986% | Rp2,30 triliun |
FR0105 | 7,35786% | Rp1,75 triliun |
Yield seri FR0109 yang menjadi acuan tenor menengah turun paling besar dibandingkan lelang sebelumnya, sekitar 10,1 basis poin (bps). Penurunan yield juga terjadi pada seri FR0108, FR0106, FR0107, dan FR0102.
Sebaliknya, seri FR0105 dengan tenor terpanjang hingga 2064 mencatat kenaikan yield tipis. Hal ini menunjukkan investor masih meminta premi risiko lebih tinggi untuk obligasi berjangka sangat panjang. Seluruh seri hasil lelang tersebut dijadwalkan melakukan setelmen pada 9 Juli 2026.
Pemerintah lanjutkan lelang SBSN pekan depan
Setelah lelang SUN, pemerintah juga telah menjadwalkan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada 14 Juli 2026 untuk memenuhi sebagian target pembiayaan APBN 2026.
Pada lelang tersebut, pemerintah menawarkan delapan seri SBSN yang terdiri atas SPN-S dan Project Based Sukuk (PBS), termasuk seri PBSG002 yang merupakan Green Sukuk. Target indikatif yang ditetapkan sebesar Rp10 triliun, dengan batas maksimal yang dapat dimenangkan hingga 200 persen dari target tersebut sesuai kewenangan pemerintah.
Lelang SBSN akan menggunakan sistem pelelangan Bank Indonesia dengan metode multiple price, sementara hasilnya dijadwalkan diumumkan pada hari yang sama dan setelmen dilaksanakan pada 16 Juli 2026.
FAQ seputar lelang SUN
| Berapa dana yang dihimpun pemerintah dalam lelang SUN 7 Juli 2026? | Pemerintah menyerap dana sebesar Rp32 triliun. |
| Berapa total penawaran investor pada lelang SUN terbaru? | Total penawaran mencapai Rp55,09 triliun. |
| Seri SUN apa yang memperoleh penawaran terbesar? | Seri FR0109 dengan penawaran sekitar Rp19,39 triliun. |
| Kapan setelmen hasil lelang SUN dilakukan? | Setelmen dijadwalkan pada 9 Juli 2026. |









