Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

BEI Pantau LUCY dan NEST usai Pergerakan Saham Tak Wajar

BEI Pantau LUCY dan NEST usai Pergerakan Saham Tak Wajar
ilustrasi saham (pexels.com/berdikari sastra)
Intinya Sih
  • BEI menetapkan status Unusual Market Activity (UMA) untuk saham LUCY dan NEST karena pergerakan harga keduanya dinilai tidak wajar.

  • Saham LUCY mengalami penurunan tajam setelah sebelumnya sempat reli tinggi, sementara struktur kepemilikan dan aksi korporasi emiten ini turut menjadi sorotan pasar.

  • NEST masuk pemantauan UMA usai kenaikan harga signifikan; perusahaan sarang burung walet ini mencatat pertumbuhan kuat sejak IPO 2024 dengan fokus ekspor ke pasar Asia Timur.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE — Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) dan PT Esta Indonesia Tbk (NEST) ke dalam pemantauan Unusual Market Activity (UMA).

Kebijakan tersebut diambil setelah keduanya menunjukkan pergerakan harga yang tidak biasa. Bursa menyatakan saat ini masih mencermati pola transaksi kedua saham tersebut sambil meminta investor memperhatikan keterbukaan informasi dari masing-masing emiten.

Table of Content

BEI cermati transaksi saham LUCY dan NEST

BEI cermati transaksi saham LUCY dan NEST

Dalam pengumuman tertanggal 8 Juli 2026, BEI menyampaikan saham LUCY mengalami penurunan harga di luar kebiasaan, sedangkan saham NEST mengalami peningkatan harga di luar kebiasaan.

"Perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," tulis BEI, dikutip Jumat (10/7).

Meski demikian, Bursa kembali menegaskan status UMA bukan berarti telah ditemukan pelanggaran di pasar modal. Proses pemantauan dilakukan sebagai bagian dari mekanisme pengawasan terhadap aktivitas perdagangan efek.

Sejalan dengan itu, BEI meminta investor memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja emiten beserta keterbukaan informasinya, serta mengkaji kembali rencana corporate action yang belum memperoleh persetujuan RUPS.

Investor juga diimbau mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum mengambil keputusan investasi.

LUCY dipantau setelah harga saham turun tajam

Pemantauan terhadap saham LUCY dilakukan setelah harga sahamnya mengalami pelemahan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

LUCY merupakan emiten pengelola jaringan Lucy in The Sky yang melantai di BEI pada 2021 melalui Papan Akselerasi dengan harga penawaran perdana Rp100 per saham.

Dalam perjalanannya, saham LUCY sempat mencatat reli yang sangat tinggi. Berdasarkan data historis perdagangan, harga saham perseroan pernah melonjak dari kisaran Rp111 menjadi Rp2.290 per saham dalam waktu kurang dari empat bulan, atau meningkat hampir 2.000 persen.

Belakangan, struktur kepemilikan saham LUCY juga mengalami perubahan. PT Sentosa Bersama Mitra yang terafiliasi dengan Happy Hapsoro tercatat memiliki 4,95 persen saham perseroan.

Selain itu, investor Ferry Sudjono juga masuk sebagai pemegang saham dengan kepemilikan 3,96 persen. Sejumlah investor institusi lainnya, seperti HP Capital Resources, PT Pijar Investasi Nusantara, dan PT Nusantara Jaya Kulina, juga tercatat memiliki saham LUCY.

Sementara itu, aksi korporasi yang sempat menjadi perhatian pasar adalah divestasi oleh pemegang saham pengendali PT Delta Wibawa Bersama yang melepas sekitar 25 persen kepemilikannya di LUCY.

NEST juga masuk UMA setelah harga saham meningkat

Di sisi lain, BEI juga menetapkan status UMA terhadap saham PT Esta Indonesia Tbk (NEST) karena mengalami kenaikan harga yang dinilai tidak biasa.

NEST merupakan emiten pertama di sektor sarang burung walet yang tercatat di BEI sejak 2024. Perusahaan menjalankan bisnis pembibitan, pengolahan, hingga perdagangan sarang burung walet yang dipasarkan ke dalam negeri dan pasar ekspor, terutama Asia Timur.

NEST juga telah mengantongi sertifikasi CNCA dari Tiongkok untuk mendukung pemasaran produknya ke pasar tersebut.

Saat IPO pada 2024, perseroan mengalokasikan dana hasil penawaran umum untuk belanja modal berupa pembangunan rumah burung walet, penyertaan modal pada anak usaha, serta modal kerja operasional.

Pergerakan terbaru saham LUCY dan NEST

Hingga penutupan sesi I perdagangan Jumat (10/7), saham LUCY berada di level Rp438, turun 8,37 persen dibandingkan sehari sebelumnya. Dalam lima hari terakhir, saham ini telah melemah 38,74 persen, turun 64,82 persen dalam satu bulan terakhir, dan turun 24,48 persen secara year to date (YTD).

Sementara itu, saham NEST ditutup di level Rp630 pada sesi I, naik 1,61 persen dibandingkan hari sebelumnya. Dalam lima hari terakhir saham ini menguat 7,69 persen, meningkat 26,51 persen dalam satu bulan terakhir, dan telah naik 82,08 persen secara YTD.

Status UMA yang diumumkan BEI terhadap kedua saham tersebut masih berupa pemantauan atas pola transaksi. Bursa tetap mengimbau investor untuk mencermati seluruh keterbukaan informasi yang disampaikan masing-masing emiten sebelum mengambil keputusan investasi.

FAQ seputar BEI pantau LUCY dan NEST

Apa itu Unusual Market Activity (UMA)?

UMA adalah pengumuman BEI atas pergerakan harga atau transaksi saham yang terjadi di luar kebiasaan.

Mengapa saham LUCY masuk pemantauan UMA?

Karena mengalami penurunan harga saham di luar kebiasaan.

Mengapa saham NEST masuk pemantauan UMA?

Karena mengalami kenaikan harga saham di luar kebiasaan.

Apakah status UMA berarti ada pelanggaran pasar modal?

Tidak, BEI menegaskan pengumuman UMA tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran peraturan pasar modal.

Share Article
Topics
Editorial Team
Ana Widiawati
EditorAna Widiawati

Related Articles

See More