Jakarta, FORTUNE - Sejalan dengan implementasi perubahan batas harga minimal menjadi Rp1 pada Senin (28/9), saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terkoreksi 14 persen ke Rp43.
Dikutip dari IDX Mobile, antrean offer saham GOTO di harga Rp43 hampir mencapai 1,03 miliar lot pada pukul 10.55 WIB. Sebagai konteks, offer berarti jumlah saham yang ditawarkan oleh para penjual di pasar. Sementara itu, offer di harga Rp44 dan Rp45 masing-masing mencapai hampir 1,2 juta dan 3,8 juta lot.
Menanggapi koreksi harga yang terjadi, Head of Corporate Affairs GOTO, Audrey Petriny, mengatakan harga saham perseroan saat ini tak mencerminkan fundamental bisnis yang terus menguat. "Dinamika harga saham lebih disebabkan oleh aspek teknis menyusul aturan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait batas bawah harga saham yang tidak lagi Rp50," katanya dalam keterangan resmi, Senin.
Ia menambahkan, kinerja bisnis GOTO terus bertumbuh. Pada kuartal II-2026, perseroan mencetak laba bersih sebesar Rp252 miliar. Pendapatan bersih GOTO juga mencapai Rp5,7 triliun, sedangkan EBITDA yang disesuaikan melampaui Rp1 triliun.
Lebih lanjut, menurutnya, GOTO berada di jalur yang tepat untuk mencapai pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk setahun penuh, yakni antara Rp3,2 triliun sampai dengan Rp3,4 triliun.
"Kami tetap fokus memperkuat kinerja bisnis, yang kami yakini akan menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham," ujar Audrey.
Sebelumnya, saham GOTO mentok diperdagangkan di harga Rp50. Dalam kurun waktu setahun terakhir, harga GOTO telah melemah 23,21 persen.
Sebelumnya, Pengamat Pasar Modal, Hendra Wardana, mengatakan, penerapan batas minimum harga saham menjadi Rp1 memerikan ruang lebih luas bagi pasar untuk menemukan harga yang mencerminkan keseimbangan permintaan dan penawaran.
Sejalan dengan itu, saham dengan harga Rp1-Rp10 memilki batas ARA dan ARB sebesar Rp1. Sementara saham di atas Rp10-Rp200 memiliki ARA 35 persen dan ARB 15 persen sampai dengan akhir 2026.
Menurut Hendra, akibatnya, tekanan jual memang berpotensi meningkat pada saham-saham yang selama ini terkunci di harga Rp50. Khususnya emiten dengan fundamental lemah, likuiditas rendah, sentimen negatif, atau banyak investor yang sudah lama menunggu kesempatan untuk menjual.
Selain GOTO, saham lain yang mengalami koreksi dengan penyesuaian batas harga saham terendah itu adalah PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), yang turun 8 persen ke Rp46. Kemudian, ada pula PNBS, CPRO, dan KPIG yang sama-sama terkoreksi 14 persen ke Rp43.
