Jakarta, FORTUNE - PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO), grup ritel modern yang mengoperasikan Guardian dan IKEA Indonesia, mengungkapkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) memberikan dampak yang berbeda pada masing-masing lini bisnisnya.
Perseroan menyebut eksposur terbesar berada di bisnis IKEA yang masih mengandalkan produk impor, sedangkan Guardian relatif tidak banyak terpengaruh.
Head of Finance Guardian Indonesia, Melia Asmita Natawidjaja, mengatakan perusahaan telah mengantisipasi risiko fluktuasi kurs melalui berbagai langkah mitigasi.
“Untuk bagian IKEA memang kami melakukan importasi, jadi kita sudah mitigasi dan juga melakukan hedging,” kata Melia dalam paparan publik, Kamis (26/6).
Menurut dia, pelemahan rupiah tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap bisnis Guardian karena porsi produk impornya relatif kecil.
“Sementara untuk Guardian tidak terlalu banyak produk impor, tidak terlalu berdampak,” katanya.
Pernyataan tersebut menjawab kekhawatiran mengenai volatilitas rupiah yang berpotensi memengaruhi penyesuaian harga (pricing adjustment), rencana ekspansi, hingga prospek kinerja perseroan sepanjang tahun ini.
Presiden Direktur DFI Retail Nusantara Tbk, Hadrianus Wahyu Trikusumo, menegaskan pengoperasian perusahaan tetap berjalan sesuai rencana.
Di sisi ekspansi, Hadrianus mengatakan perseroan masih fokus memperkuat jaringan IKEA di Indonesia. Saat ini IKEA mengoperasikan tujuh gerai, dan jumlah tersebut akan terus diperkuat pada masa mendatang.
Guardian tetap menjadi salah satu motor pertumbuhan utama HERO. Setelah lebih dari 36 tahun beroperasi di industri ritel kesehatan dan kecantikan, Guardian kini memiliki lebih dari 370 gerai yang tersebar di lebih dari 90 kota di Indonesia.
Selain memperluas jaringan toko, Guardian terus mempercepat strategi omnichannel. Kanal digital perusahaan, baik melalui aplikasi maupun platform e-commerce, mencatat pertumbuhan positif yang didukung pengembangan ekosistem digital, perluasan kehadiran di berbagai marketplace, penguatan kapabilitas direct-to-consumer (D2C), hingga peluncuran Guardian TikTok Shop.
Pada bisnis IKEA, HERO juga melihat prospek pertumbuhan yang didukung kian besarnya peran Indonesia dalam rantai pasok global. Saat ini, makin banyak produk IKEA diproduksi di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional. Produk tersebut telah diekspor ke lebih dari 60 negara melalui lebih dari 500 toko IKEA di seluruh dunia, dengan volume ekspor dari Indonesia yang disebut dua hingga tiga kali lebih besar dibandingkan dengan volume impor ke pasar domestik.
Dari sisi kinerja keuangan, HERO membukukan penjualan Rp4,848 triliun sepanjang 2025, meningkat 7 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Perusahaan ini juga berhasil membalikkan kinerja menjadi laba bersih Rp160 miliar dari rugi bersih Rp6 miliar pada 2024.
Tren positif berlanjut pada kuartal I-2026. HERO membukukan laba bersih Rp87 miliar, melonjak dibandingkan Rp27,1 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan perseroan juga meningkat dari Rp1,2 triliun menjadi Rp1,4 triliun.
