Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

IHSG Diperkirakan Masih di Fase Tertekan, Waspada Tembus 5.200

IHSG Diperkirakan Masih di Fase Tertekan, Waspada Tembus 5.200
Karyawan melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (8/10/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.
Intinya Sih
  • IHSG masih berada di fase tertekan dengan potensi menguji level support 5.100–5.200, dipengaruhi pelemahan rupiah dan arus keluar dana asing.
  • Cadangan devisa Indonesia turun lima bulan berturut-turut menjadi US$144,9 miliar, level terendah sejak Juni 2024, menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas nilai tukar.
  • Penjualan sepeda motor Mei 2026 turun 5,1% YoY akibat melemahnya daya beli masyarakat, meski secara tahunan masih tumbuh tipis 0,7% hingga periode Januari–Mei.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan Selasa (9/6).

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, dalam jangka pendek, IHSG berpotensi melanjutkan tekanan pelemahan dengan area support di 5.200 dan resisten di 5.600. Pergerakan rupiah yang bertahan di atas Rp18.150 per dolar AS menjadi risiko utama bagi pasar, terutama jika diikuti berlanjutnya arus keluar dana asing.

"Di sisi lain, eskalasi kembali konflik Iran–Israel meningkatkan ketidakpastian global dan berpotensi mempertahankan sentimen risk-off di IHSG," kata Reza dalam riset hariannya.

Saham-saham pilihannya adalah ADMR dan MSIN.

Kemarin (8/6), IHSG ditutup melemah 4,52 persen ke level 5.342 dan disertai aksi jual bersih investor asing sebesar Rp588 miliar di pasar reguler. Penurunan itu membawa IHSG ke level terendah sejak November 2020.

Sentimen eksternal masih menjadi faktor dominan pemberat indeks, seiring koreksi tajam pada saham-saham teknologi global yang menekan indeks Nasdaq dan KOSPI. Dari domestik, pelemahan cadangan devisa yang turun selama lima bulan berturut-turut menjadi US$144,9 miliar turut meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas nilai tukar dan aliran modal asing.

Sementara itu, Phintraco Sekuritas menilai, secara teknikal, IHSG ditutup di bawah level MA200 monthly, sehingga potensi penurunan IHSG lebih lanjut masih berpeluang terbuka secara teknikal.

"Selanjutnya diperkirakan IHSG berpotensi akan menguji level support di 5.100," kata tim riset Phintraco Sekuritas.

Data cadangan devisa RI turun pada level US$144,9 miliar di Mei 2026 dari US$146,2 miliar di April 2026 (8/6). Ini merupakan level terendah sejak Juni 2024. Penyebab utamanya adalah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan upaya Bank Indonesia untuk menstabilkan rupiah.

Posisi cadangan devisa ini setara dengan 5.6 bulan impor atau 5.5 bulan impor dan pembayaran utang pemerintah, masih di atas level benchmark internasional, yakni 3 bulan impor. Penurunan cadangan devisa yang terus menerus dapat menurunkan kepercayaan investor dan lembaga rating.

"Untuk itu pemerintah perlu meningkatkan kepercayaan investor pasar keuangan, mendorong ekspor, mengurangi impor, serta menarik investasi asing," ujar tim riset Phintraco.

Sentimen lainnya datang dari sektor otomotif. Penjualan sepeda motor turun 5,1 persen (YoY) menjadi 479.388 unit pada Mei 2026, setelah meningkat 28,1 persen (YoY) pada April 2026 (8/6). Penurunan ini akibat meningkatnya biaya yang membebani pengeluaran konsumen sehingga ada indikasi daya beli masyarakat mulai melemah.

Untuk periode Januari-Mei 2026, penjualan sepeda motor masih naik 0,7 persen (year to date) mencapai 2,61 juta unit. AISI memperkirakan penjualan sepeda motor pada tahun ini akan mencapai sekitar 6,4 juta hingga 6,7 juta unit, stabil dibandingkan realisasi tahun lalu yang sebanyak 6,4 juta unit.

Hingga Mei 2026, penjualan sepeda motor mencapai sekitar 38,96 persen hingga 40,78 persen dari target akhir tahun 2026.  Penjualan sepeda motor juga mendapatkan tantangan dari potensi kenaikan suku bunga pembiayaan. 

Di tengah kondisi tersebut, Phintraco Sekuritas menyoroti saham-saham berikut ini: ADMR, SILO, BRMS, dan MBMA.

Share Article
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria

Related Articles

See More