Ekspansi Pabrik dan Distribusi Dongkrak Pendapatan CLEO

- CLEO mencatat penjualan Rp774,4 miliar pada kuartal I-2026, naik 15,8 persen tahunan, dengan laba bersih konsolidasi Rp122,6 miliar atau tumbuh 5,2 persen.
- Hingga kuartal I-2026, CLEO mengoperasikan 32 pabrik AMDK, lebih dari 450 jaringan distribusi internal, serta didukung lebih dari 11.000 mitra distribusi.
- CLEO membangun tiga pabrik baru di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru pada 2026, sambil menargetkan 500 jaringan distribusi internal hingga akhir tahun.
Jakarta, FORTUNE – PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) terus mengandalkan strategi ekspansi jaringan pabrik dan distribusi guna mendorong pertumbuhan bisnis. Strategi tersebut mulai membuahkan hasil dengan kenaikan penjualan dua digit pada kuartal I-2026, sekaligus memperkuat optimisme perseroan mencapai target pertumbuhan double digit pula sepanjang tahun ini.
CEO CLEO, Melisa Patricia, mengatakan perusahaan secara konsisten memperluas jangkauan pasar melalui pembangunan pabrik baru serta penguatan jaringan distribusi di berbagai wilayah Indonesia.
"Kami percaya ekspansi yang konsisten dan terukur akan berdampak besar pada keberlanjutan bisnis CLEO," kata Melisa dalam keterangan resminya, Selasa (28/7).
Menurut dia, strategi ekspansi telah menjadi bagian dari model bisnis perusahaan sejak pertama kali meluncurkan merek CLEO pada 2004. Sejak tahun pertama beroperasi, perusahaan terus menambah kapasitas produksi melalui pembangunan pabrik yang diiringi perluasan jaringan distribusi, baik melalui jaringan internal maupun mitra.
Hingga kuartal I-2026, CLEO telah mengoperasikan 32 pabrik air minum dalam kemasan (AMDK) yang tersebar di berbagai daerah. Di sisi distribusi, perusahaan memiliki lebih dari 450 jaringan distribusi internal yang didukung lebih dari 11.000 mitra distribusi di seluruh Indonesia.
Tahun ini, CLEO kembali memperbesar kapasitas produksi dengan membangun tiga pabrik baru. Pabrik di Palu ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal III-2026, sementara fasilitas produksi di Pontianak dan Pekanbaru dijadwalkan beroperasi pada kuartal IV-2026.
Perseroan menilai penambahan pabrik tidak hanya memperluas cakupan pasar, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional. Karakteristik produk air minum yang memiliki volume besar dan bobot berat membuat kedekatan lokasi produksi dengan pasar menjadi faktor penting untuk menekan biaya logistik.
Karena itu, setiap rencana pembangunan pabrik didasarkan pada kajian menyeluruh, mulai dari ketersediaan sumber daya hidrologi hingga potensi permintaan di wilayah yang dituju.
Selain memperluas kapasitas produksi, CLEO juga memperkuat strategi pemasaran melalui berbagai aktivitas below the line dan pemasaran digital. Perusahaan memanfaatkan berbagai platform digital untuk meningkatkan kesadaran merek (brand awareness), memperluas jangkauan konsumen, serta mendorong penjualan.
Pada saat yang sama, CLEO terus memperluas kemitraan dengan distributor dan mitra strategis guna memperdalam penetrasi pasar dan memperkuat posisi perusahaan di industri AMDK.
Strategi ekspansi yang dipadukan dengan penguatan pemasaran tersebut tercermin pada kinerja keuangan kuartal I-2026. Penjualan perseroan mencapai Rp774,4 miliar atau tumbuh 15,8 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.
Segmen air minum kemasan botol masih menjadi penyumbang terbesar dengan penjualan Rp432,7 miliar, meningkat 16,9 persen secara tahunan. Sementara itu, segmen non-botol tumbuh 16,2 persen menjadi Rp325,7 miliar.
Dari sisi profitabilitas, CLEO membukukan laba bersih konsolidasi Rp122,6 miliar, naik 5,2 persen dibandingkan dengan kuartal I-2025.
Ke depan, perusahaan akan terus memperluas jaringan distribusi sebagai salah satu motor pertumbuhan. Hingga akhir 2026, CLEO menargetkan memiliki 500 jaringan distribusi internal di seluruh Indonesia.
"Dengan berbagai langkah strategis yang telah dijalankan tersebut, disertai konsistensi dalam menciptakan inovasi produk baru sesuai kebutuhan pasar yang terus berkembang, kami optimistis target perseroan meraih pertumbuhan double digit tahun ini akan tercapai," ujar Melisa.












