Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
IHSG Diproyeksi Konsolidasi Bearish, Support Kunci 6.390
Laju IHSG pada Rabu (28/1).

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam fase konsolidasi bearish pada Senin (21/9), setelah ditutup terkoreksi 1,53 persen selama perdagangan pekan lalu.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, proyeksi itu berlaku setelah IHSG breakdown MA20 6.551 dan MACD mempertahankan bearish crossover. Namun, selama IHSG mampu bertahan di atas support 6.390, terdapat peluang technical rebound menuju 6.585.

"Sementara breakout level tersebut membuka ruang menuju 6.705. Sebaliknya, breakdown 6.390 berpotensi membawa IHSG menguji 6.220," kata Reza dalam riset hariannya.

Sentimen pasar pekan ini akan berfokus pada RDG BI 22–23 September, dengan konsensus masih memperkirakan BI-Rate bertahan di 5,75 persen. Sementara stabilisasi rupiah menjadi perhatian utama setelah The Fed dan BoJ sama-sama menaikkan suku bunga.

Di sisi komoditas, emas kembali menguat ke sekitar US$4.390 per oz seiring turunnya harga minyak dan ketidakpastian global, sehingga aliran dana ke saham berbasis komoditas masih berpotensi menjadi perhatian investor.

Daftar saham pilihan tim BRIDS hari ini adalah ANTM, ITMG, dan ARCI.

Sejalan dengan itu, Kiwoom Sekuritas menyorotii sentimen langkah investor merotasi portofolio di tengah perbedaan kinerja antarsektor. Saham teknologi dan semikonduktor kembali mendapat minat beli, sementara sektor defensif dan material dasar mengalami tekanan.

Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia, menambahkan, investor selanjutnya akan mencermati perkembangan kebijakan moneter dan data ekonomi untuk menentukan arah pasar berikutnya.

Menurutnya, secara teknikal, IHSG kembali mengalami koreksi dan ditutup di level 6.441,16, berada di bawah EMA10 (6.508,57) dan EMA20 (6.504,24), serta kembali berada di bawah Fibonacci retracement 38,2% di 6.451,53. Namun, IHSG masih bertahan tipis di atas EMA50 (6.432,06), sehingga tekanan koreksi belum sepenuhnya mengubah tren menengah.

"Posisi tersebut menunjukkan momentum jangka pendek cenderung bearish, dengan area 6.432–6.377 menjadi support penting yang perlu dipertahankan," katanya.

RSI (14) turun ke 46,69, kembali berada di bawah level 50, yang menunjukkan momentum bullish mulai melemah. Apabila IHSG gagal bertahan di atas 6.432–6.377, tekanan koreksi berpotensi berlanjut menuju 6.290 (FR 61,8 persen).

Sebaliknya, jika terjadi rebound, IHSG perlu kembali menembus 6.452–6.504, dilanjutkan 6.509–6.552 sebagai resisten terdekat sebelum menguji area 6.590–6.732. Kiwoom Research menyarankan investor untuk wait & see sambil mencermati kemampuan IHSG bertahan di atas 6.432–6.377 sebagai area support kunci.

"Investor yang telah memperoleh keuntungan dapat menerapkan trailing stop atau profit taking secara bertahap, sementara akumulasi beli sebaiknya dilakukan secara selektif setelah muncul konfirmasi rebound dan IHSG kembali menembus area resisten terdekat," jelas Liza.

Saham-saham pilihan tim Kiwoom Sekuritas hari ini adalah ADMR, MBMA, MEDC, dan MTEL.

Editorial Team

Related Article