Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat kembali pada Selasa (14/7), setelah ditutup naik, 1,92 persen ke level 6.037,84.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, secara teknikal, keberhasilan IHSG menembus 6.000 memperkuat momentum rebound degan peluang menguji resisten antara 6.080 dan 6.120.
"Selama bertahan di atas support 5.920, tren penguatan jangka pendek masih terjaga," kata Reza dalam risetnya.
Saham-saham pilihan tim BRIDS hari ini adalah BUMI, BBNI, dan SUPA.
Pasar hari ini akan mencermati rilis inflasi Amerika Serkat pada periode Juni. Inflasi utama diproyeksikan melandai ke 3,9 persen (YoY) dari 4,2 persen. Sementara itu, core CPI diproyeksikan tetap 2,9 persen (YoY).
Data di atas ekspektasi tersebut berpotensi memperkuat narasi higher for longer dan menekan niilai tukar rupiah. "Sementara inflasi yang lebih rendah dapat mendukung sentimen risk-on," ujar Reza.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta, menilai, secara teknikal, pergerakan IHSG telah menunjukkan kekuatan bullish momentum-nya setelah berhasil rebound dari FR50 persen support sehingga berhasil breakout di atas MA20. Berdasarkan indikator, Stochastics K_D dan RSI menunjukkan sinyal positif, didukung kenaikan volume.
"Sejatinya sentimen IHSG hari Selasa ini bisa cenderung positif, namun pergerakan intraday berpotensi lebih moderat dibanding Senin kemarin," kata Nafan.
Sentimen positif berasal dari S&P Global Ratings yang menegaskan peringkat kredit Indonesia di level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek, dengan outlook tetap stabil. Di sinilah S&P mempertahankan status investment grade terhadap Indonesia. Keputusan ini menunjukkan keyakinan fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat dan risiko fiskal maupun eksternal diperkirakan bersifat sementara.
Nafan mengatakan, hal itu memberikan buffer yang kuat ketika pasar global dilanda kecemasan akibat eskalasi konflik AS-Iran dan koreksi sektor teknologi dunia. Kepercayaan investor asing pada saham blue-chip berpotensi terjaga. Selain itu, hal tersebut juga menjaga stabilitas yield SBN agar tidak melonjak terlalu tinggi, sekaligus mempertahankan daya tarik aset pendapatan tetap Indonesia di mata investor global.
Pengumuman S&P juga menjadi sentimen positif untuk menahan tekanan pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang sedang menguat dan saat ini berada di level Rp18.109 per dolar AS akibat naiknya geopolitical risk premium.
Saham-saham pilihan Mirae Asset Sekuritas hari ini adalah BRIS, CDIA, dan EMAS.
