Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
IHSG Diproyeksi Menugat Lagi di Tengah Kenaikan FDI Q2-2026
Ilustrasi perdagangan di bursa saham. (Fortune Indonesia/Tanayastri Dini)
  • IHSG diproyeksikan melanjutkan penguatan setelah naik 1,10 persen ke level 6.108,21, dengan area support di 6.050–6.000 dan resistance di kisaran 6.130–6.150.
  • Realisasi investasi Indonesia kuartal II-2026 mencapai Rp511,8 triliun atau tumbuh 7,1 persen YoY, dengan porsi PMA dan PMDN hampir seimbang serta kontribusi wilayah Jawa dan luar Jawa berimbang.
  • FDI non-keuangan dan migas melonjak 27,4 persen YoY ke rekor Rp257,7 triliun, didorong sektor logam dasar, jasa, dan pertambangan; Singapura tetap menjadi sumber investasi terbesar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat lagi pada Jumat (17/7), setelah ditutup naik 1,10 persen ke level 6.108,21.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, secara teknikal, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan support 6.050 dan 6.000 dan resisten antara 6.130 dan 6.150.

"Selama bertahan di atas level 6.100, momentum penguatan masih terjaga meski potensi profit taking menjelang akhir pekan tetap perlu diwaspadai," kata Reza dalam risetnya.

Hari ini, pasar akan mencermati rilis data penjualan ritel Amerika Serikat (AS) yang meningkat 0,2 persen (MoM) pada Juni, sesuai ekspektasi. Itu mengindikasikan konsumsi masyarakat AS masih cukup resilien walaupun melambat. Data tersebut memperkuat prospek ekonomi AS tetap solid.

Sementara itu, pelaku pasar juga akan meninjau perkembangan konflik Timur Tengah dan arah kebijakan The Fed yang masih cenderung berhati-hati terhadap inflasi.

Di tengah kondisi itu, saham-saham pilihan tim BRIDS hari ini mencakup ANTM, ARTO, dan ARCI.

Phintraco Sekuritas menambahkan, secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas MA5 dan MA20, sementara indikator MACD mulai menunjukkan pelebaran positive slope, yang mengindikasikan momentum penguatan masih terjaga.

"Dengan demikian, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji area resistance 6.125–6.175 pada perdagangan Jumat (17/7)," kata tim riset Phintraco Sekuritas.

Realisasi investasi di Indonesia mencapai Rp511.8 triliun atau tumbuh 7,1 persen (YoY) pada kuartal-II 2026, setara dengan 25,1 persen dari total target investasi nasional pada 2026. Komitmen jangka panjang terlihat pada sejumlah negara mitra utama seperti dari Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan. Dari sisi sumber investasi, komposisi PMDN sebesar 49,6 persen dan PMA sebesar 50,4 persen. Dari sisi sebaran wilayah, kontribusi investasi di Jawa dan luar Jawa relatif berimbang.

Untuk investasi asing langsung, tidak termasuk sektor keuangan dan migas, meningkat 27,4 persen (YoY) ke rekor tertinggi sebesar Rp257,7 triliun pada kuartal-II 2026, lebih baik dari kenaikan 8,5 persen (YoY) pada kuartal-I 2026 serta merupakan pertumbuhan terkuat sejak kuartal-IV 2024.

Industri logam dasar menarik arus masuk terbesar, diikuti oleh sektor jasa lainnya dan sektor pertambangan. Investasi asing langsung naik 17,3 persen (YoY) menjadi Rp432,6 triliun untuk periode semester-I 2026, dengan Singapura tetap menjadi sumber investasi terbesar. Kenaikan FDI ini menjadi indikasi positif akan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan masih solid pada kuartal-II 2026.

Di lain pihak, ketergantungan terhadap investasi berbasis komoditas tetap menjadi risiko yang perlu diantisipasi.

Daftar saham pilihan Phintraco Sekuritas hari ini adalah BBCA, ICBP, EXCL, TKIM, dan SMGR.

Curated For You

Editorial Team

Related Article