Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
IHSG Rawan Lanjut Koreksi, Tapi Peluang Rebound Masih Terbuka
Layar yang menunjukkan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berpotensi menguat pada Senin (27/7), setelah ditutup turun 1,88 persen ke level 6.169,43.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, secara teknikal, IHSG akan bergerak terbatas dengan support 6.137 dan resisten 6.268. Peluang rebound masih ada selama IHSG mampu bertahan di atas area support.

"Namun, volatilitas diperkirakan tetap tinggi seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter global," kata Reza dalam riset hariannya.

Saham-saham pilihannya adalah BULL, MMIX, dan SIMP.

Dari segi sentimen, pekan ini pasar akan mencermati konflik Timur Tengah, yang berpeluang menjaga harga energi tetap tinggi dan meningkatkan tekanan inflasi global. Selain itu, investor juga akan memperhatikan rapat FOMC The Fed, dengan probabilitas kenaikan suku bunga yang meningkat karena lonjakan harga minyak dan ketahanan ekonomi Amerika Serikat (AS).

Pelaku pasar juga akan memantau arah kebijakan bank sentral global lain, termasuk Bank of England. Selain itu, perkembangan inflasi di kawasan Eropa juga akan menjadi hal yang diperhatikan pasar guna memperoleh gambaran prospek suku bunga global.

Apa lagi sentimen yang mempengaruhi pasar? Pemerintahan Trump memberlakukan tarif terhadap barang-barang lebih dari 80 negara, dengan alasan negara-negara tersebut gagal melarang praktik kerja paksa (24/7). Tarif baru ini berlaku untuk mitra dagang yang mencakup 99,4 persen perdagangan AS.

Namun hanya beberapa jam tarif tersebut diberlakukan, sudah mendapatkan gugatan hukum dari dua usaha kecil. Pada pekan ini, perhatian investor global masih akan tertuju pada perkembangan konflik AS-Iran, seiring indikasi perundingan akan dimulai di tengah konflik yang semakin meluas.

Investor juga akan mencermati pertemuan the Fed, data ekonomi AS termasuk PDB kuartal-II 2026 dan PCE Prices, serta laporan kinerja keuangan sejumlah perusahaan teknologi besar.

Dari Asia, investor akan menantikan keputusan suku bunga Bank of Japan serta Tiongkok akan mengadakan pertemuan Politbiro untuk evaluasi pertengahan tahun.

Selain mencermati perkembangan geopolitik dan data ekonomi global, investor akan mencermati musim pengumuman kinerja kuartal-II 2026 dan aksi korporasi emiten.

Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpotensi melemah untuk menguji level 6.000-6.100, terutama jika didukung sejumlah sentimen negatif termasuk konflik AS-Iran yang memanas, harga minyak yang kembali menguat,  serta tarif tambahan dari AS.

Daftar saham pilihan Phintraco Sekuritas adalah BBCA, TPIA, BULL, AKRA, TOWR, dan BRIS.

Editorial Team

Related Article