Jakarta, FORTUNE - Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Prubaya Yudhi Sadewa, Senin (14/9) sore. Sejalan dengan itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung mengalami rebound atau pembalikan arah.
Sebelumnya, pada akhir perdagangan sesi I atau Senin siang, IHSG ditutup melemah 2,31 persen ke 6.390. Dikutip dari IDX Mobile, koreksi IHSG yang awalnya sempat menyentuh level 6.371,4 pada Senin sekitar pukul 15.00, pulih ke level 6.534,69 per pukul 16.14 WIB. Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, mengatakan, pembalikan arah IHSG itu baru bersifat relief rally atau sementara.
"Karena tail risk mengecil. Penggantinya [Purbaya] bukan politisi atau figur yang sama sekali asing bagi pasar, melainkan insider Kementerian Keuangan yang paham APBN dan mesin birokrasi fiskal," kata Liza kepada Fortune Indonesia, Senin sore. "Pasar mengapresiasi harapan akan 'continuity & fiscal credibility', yang akan dihadapkan dengan agenda belanja Prabowo sebagai ujian pertamanya."
Suahasil sendiri menduduki posisi Wakil Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih sejak dilantik pada 21 Oktober 2024. Kariernya dimulai sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia sejak 1999. Ia meraih gelar Guru Besar bidang Ilmu Ekonomi pada 2009.
Sebelumnya, ia juga mendampingi Sri Mulyani saat menjabat sebagai Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Maju. Posisi Suahasil saat itu adalah Wakil Menteri Keuangan.
Liza menilai, terdapat persepsi bahwa pasar berekspektasi pengganti Purbaya merupakan yang sealiran dengan Sri Mulyani, figur yang erat dengan aspek disiplin fiskal dan dinilai piawai mengatur anggaran pemerintahan.
"Terlebih lagi, di bawah 'binaan' Sri Mulyani, diharapkan komunikasi kebijakan menjadi lebih dapat diprediksi. Tapi ini tidak menjamin pasar sudah yakin Suahasil akan jadi 'SMI 2.0'," kata Liza.
Sementara itu, Managing Director of Research Division Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, mengatakan, untuk membantu memulihkan kepercayaan pasar dan menstabilkan manajemen makro-fiskal, Prabowo akhirnya membuat keputusan untuk menunjuk Suahasil Nazara, seorang ahli fiskal internal berpengalaman.
"Di tengah meningkatnya friksi terkait target pendapatan, pelaksanaan anggaran negara, dan koordinasi kebijakan—termasuk perdebatan mengenai transfer dana negara dan kontribusi dari Danantara," katanya.
