Jakarta, FORTUNE — IHSG sesi 2 anjlok pada perdagangan Kamis (21/5) di tengah tekanan jual besar-besaran yang melanda mayoritas saham berkapitalisasi besar. Hingga pukul 15.00 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 6.090 setelah sempat menyentuh area 6.080 pada awal sesi II.
Pelemahan indeks dipicu kombinasi sentimen domestik dan global, mulai dari kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), arus keluar dana asing terkait rebalancing indeks MSCI dan FTSE, hingga tekanan pada saham-saham konglomerasi.
Kondisi tersebut membuat IHSG bergerak mendekati level psikologis 6.000, salah satu titik terendah sejak April 2025.
