Kenaikan yield Treasury juga berpengaruh terhadap biaya pendanaan di AS. Salah satu indikatornya terlihat pada suku bunga hipotek tenor 30 tahun yang berada di sekitar 7 persen.
Level tersebut sekitar satu poin persentase lebih tinggi dibandingkan sebelum perang dan berada di kisaran tertinggi dalam dua tahun terakhir. Pergerakan yield Treasury menjadi salah satu acuan penting dalam pembentukan biaya pinjaman jangka panjang.
Di pasar pemerintah, Departemen Keuangan AS juga menghadapi kondisi lelang dan pembelian kembali obligasi yang belum mampu menghentikan kenaikan yield.
Dalam operasi buyback pada Kamis (24/9), Departemen Keuangan menerima penawaran pembelian 4,08 miliar dolar AS dari batas maksimum 6 miliar dolar AS untuk surat utang bertenor 20 hingga 30 tahun. Pada operasi sebelumnya, nilai buyback juga berada di bawah target.
Sementara itu, lelang Treasury tujuh tahun senilai 44 miliar dolar AS menghasilkan yield 5,08 persen. Angka tersebut menjadi level tertinggi sejak tenor tersebut diperkenalkan kembali pada 2009, sedangkan permintaan investor berada di bawah ekspektasi.