Secara teori, membeli emas disarankan saat harganya sedang turun untuk mendapatkan harga yang lebih murah. Momen tersebut sering dikenal sebagai buy the dip.
Lantas, apakah harus membeli emas sekarang saat harganya turun? Jawabannya bergantung pada tujuan investasi dan kondisi keuangan masing-masing.
Emas merupakan aset lindung nilai yang manfaatnya baru terasa minimal 5-10 tahun ke depan. Jika tujuan Anda untuk investasi jangka panjang, penurunan harga emas dapat dijadikan peluang untuk menambah aset.
Pembelian emas untuk mengejar keuntungan jangka pendek atau sekadar takut kehilangan momen sebaiknya dihindari. Penurunan harga emas memang terlihat menggiurkan, tetapi keputusan yang diambil tergesa-gesa tanpa strategi matang dapat memperburuk keadaan.
Alih-alih berspekulasi menunggu harga turun ke titik terendah yang sulit diprediksi secara pasti, strategi Dollar Cost Averaging (DCA) dapat dilakukan. Investor dapat membeli emas secara rutin untuk membangun portofolio dengan risiko lebih terkendali.
Apa yang bisa menyebabkan harga emas turun? | Harga emas dapat mengalami penurunan akibat beberapa faktor utama, seperti penguatan nilai tukar dolar AS, kenaikan suku bunga bank sentral, dan kondisi geopolitik terkini. |
Apakah harga emas akan anjlok pada tahun 2026? | Para ahli memperkirakan harga emas akan naik pada tahun 2026 , sebagian karena meningkatnya inflasi dan gejolak geopolitik dan ekonomi global. |
Apa yang harus dilakukan jika harga emas sedang turun? | Saat harga emas turun, langkah terbaik adalah tidak panik untuk menjual aset dan evaluasi tujuan investasi. |
Kenapa harga emas terkadang justru turun saat terjadi krisis global? | Pada saat krisis ekonomi berskala besar, investor institusi sering kali membutuhkan uang tunai (likuiditas) dan mendorong mereka untuk menjual aset yang likuid, seperti emas. |