Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Laba SMF Naik 34%, Pembiayaan Perumahan Semester I Capai Rp14 Triliun

Laba SMF Naik 34%, Pembiayaan Perumahan Semester I Capai Rp14 Triliun
Konferensi pers capaian kinerja Semester I 2026 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) di Jakarta, Rabu (22/7)/Dok. Fortune IDN/Desy Y.
Intinya Sih
  • SMF mencatat laba bersih Rp391 miliar pada semester I 2026, naik 34% dari tahun sebelumnya, didorong peningkatan pendapatan dan ekspansi pembiayaan perumahan.
  • Hingga Juni 2026, SMF menyalurkan pembiayaan Rp14,09 triliun dan total akumulasi sejak berdiri mencapai Rp141,61 triliun untuk memperkuat likuiditas sektor perumahan.
  • SMF menjalankan tiga strategi utama: mendukung program pemerintah melalui KPR FLPP, menyediakan likuiditas bagi lembaga penyalur kredit, serta mendorong sekuritisasi aset untuk daur ulang pembiayaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF membukukan pertumbuhan laba pada paruh pertama 2026, seiring meningkatnya pendapatan dan ekspansi pembiayaan sektor perumahan. Badan usaha milik negara (BUMN) yang berperan sebagai penyedia likuiditas pembiayaan perumahan itu mencatat laba bersih sebesar Rp391 miliar hingga semester I 2026, meningkat dari Rp292 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama PT SMF, Ananta Wiyogo, mengatakan kenaikan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan perseroan yang mencapai Rp1,70 triliun pada semester I 2026, naik 6,25 persen dibandingkan realisasi Juni 2025 sebesar Rp1,60 triliun.

"Laba bersih kita first half adalah Rp391 miliar. Naik dibanding sama first half 2025 itu Rp292 miliar. Jadi naik sekitar Rp100 miliar. Target kita akhir tahun adalah Rp598 miliar. Apakah akan tercapai? Insyaallah," ungkap Ananta, dalam konferensi pers capaian kinerja Semester I 2026 di Jakarta, Rabu (22/7).

Dari sisi posisi keuangan, total aset SMF mencapai Rp68,29 triliun per Juni 2026 atau meningkat 21,79 persen secara tahunan dari Rp56,07 triliun. Liabilitas tercatat sebesar Rp40,35 triliun, tumbuh 14,23 persen, sedangkan ekuitas meningkat lebih tinggi, yakni 34,65 persen menjadi Rp27,95 triliun. Perseroan juga membukukan return on equity (ROE) sebesar 3,18 persen, debt-to-equity ratio (DER) sebesar 1,75 kali, dan profit margin mencapai 22,89 persen. Di sisi lain, kualitas aset tetap terjaga dengan rasio non-performing loan (NPL) net berada di level 0,00 persen.

"Tetap harus dijaga kualitas aset, harus prudent Harus jaga ratingnya, karena sebagai suatu lembaga BUMN alat fiskal pemerintah nomor satu adalah kredibilitas," katanya.

Selain menjaga kinerja keuangan, SMF terus memperkuat dukungan terhadap pembiayaan sektor perumahan. Hingga Juni 2026, akumulasi pembiayaan yang telah disalurkan sejak perusahaan berdiri mencapai Rp141,61 triliun. Khusus pada semester I 2026, nilai pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp14,09 triliun. Dana tersebut diberikan kepada lembaga keuangan penyalur pembiayaan perumahan untuk memperkuat kapasitas penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) kepada masyarakat.

"SMF terus berupaya memastikan tersedianya likuiditas jangka panjang bagi lembaga keuangan penyalur pembiayaan perumahan. Peran ini menjadi semakin penting karena pembiayaan perumahan memiliki karakteristik jangka panjang, sementara sumber pendanaan lembaga keuangan pada umumnya berjangka lebih pendek," ujar Ananta.

SMF juga menjalankan fungsi sebagai liquidity provider melalui skema sekuritisasi aset kredit perumahan. Hingga akhir Juni 2026, perusahaan telah memfasilitasi 17 transaksi sekuritisasi dengan total nilai mencapai Rp14,21 triliun.

Di samping itu, perseroan menyediakan dana pendamping sebesar 25 persen dalam program Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP). Pendanaan tersebut berasal dari skema blended finance yang mengombinasikan Penyertaan Modal Negara (PMN) dan dana hasil penerbitan surat utang SMF.

Hingga Juni 2026, total PMN yang diterima SMF untuk mendukung program KPR FLPP mencapai Rp17,91 triliun. Dana tersebut kemudian dioptimalkan melalui pendanaan tambahan dari SMF sehingga menghasilkan total penyaluran pembiayaan sebesar Rp36,77 triliun, yang telah mendukung pembiayaan 962.650 unit rumah di berbagai daerah.

Strategi Memperkuat Pembiayaan Perumahan

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah, menyediakan likuiditas bagi lembaga penyalur kredit perumahan, serta mendorong daur ulang aset atau asset recycle.

Direktur Bisnis SMF, Heliantopo, mengatakan bahwa ketiga strategi tersebut saling melengkapi dalam membangun ekosistem pembiayaan perumahan yang berkelanjutan. Menurutnya, strategi bisnis SMF diarahkan pada tiga fokus utama.

Pertama, mendukung program Pemerintah melalui penyediaan likuiditas untuk porsi 25 persen KPR Subsidi FLPP. Kedua, memperkuat kapasitas lembaga penyalur kredit perumahan melalui penyediaan pembiayaan. Ketiga, mendorong asset recycling melalui sekuritisasi, baik dengan skema true sale maupun non-true sale,” kata Heliantopo.

Menurut Heliantopo, kebutuhan pembiayaan perumahan yang besar memerlukan dukungan dari berbagai sumber pendanaan dan instrumen pasar keuangan. Oleh karena itu, SMF terus memperluas kemitraan dengan perbankan dan lembaga keuangan serta mendorong pengembangan pasar pembiayaan sekunder perumahan.

“Penyediaan likuiditas jangka panjang memungkinkan lembaga keuangan untuk meningkatkan kapasitas penyaluran kredit perumahan. Sementara itu, sekuritisasi memungkinkan aset kredit perumahan diubah menjadi sumber likuiditas baru yang dapat kembali digunakan untuk membiayai kebutuhan perumahan masyarakat,” katanya, menambahkan.

 

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More