Jakarta, FORTUNE - Emiten peternakan unggas, PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) membukukan pendapatan mencapai Rp287,7 miliar sepanjang kuartal pertama 2026, tumbuh 40,9 persen dibandingkan periode yang sama 2025.
Menurut perusahaan, sebagian besar atau 85,5 persen pendapatan masih berasal dari segmen peternakan unggas (poultry) diikuti kontribusi bisnis pengolahan daging (meat processing) 11,52 persen, peternakan sapi (cattle livestock) sebesar 1,96 persen, dan komoditas 0,99 persen terhadap pendapatan.
CEO PT Widodo Makmur Perkasa Tbk, Tumiyono mengatakan pendapatan yang didapat perusahaan turut mendorong laba kotor perseroan tumbuh 156,1 persen menjadi Rp3,2 miliar. Meski demikian, perbaikan beban pokok pendapatan juga turut memperkuat profitabilitas WMPP.
Sejalan dengan itu, WMPP mencatat laba bersih sebesar Rp130,3 miliar pada kuartal I 2026, berbalik rugi bersih yan dicatat perseroan tahun lalu sebesar Rp71,8 miliar.
"Selain perbaikan di sisi pendapatan, WMPP juga mulai menunjukkan perbaikan dalam kemampuan membayar hutang. Hal ini tercermin dari rasio lancar pada kuartal pertama 2026 mencapai 1,4 kali, dibandingkan 0,7 kali pada Q1-2025. Perbaikan ini merupakan dampak dari restrukturisasi kewajiban perseroan yang telah disepakati dengan seluruh kreditur," ujarnya Tumiyono, Rabu (7/1).
Menurutnya, perbaikan kinerja turut ditopang berbagai katalis positif, baik dari industri pangan global maupun domestik, yang mendorong peningkatan permintaan, terutama pada segmen perunggasan.
Ke depan, WMPP memandang prospek industri pangan bakal semakin solid didorong permintaan protein hewani yang diproyeksi terus mengalami peningkatan dan sektor pangan saat ini menjadi fokus utama pemerintah
Berdasarkan data dari BPS yang diolah tim riset internal perseroan, konsumsi daging sapi dan kerbau pada tahun 2026 diproyeksi mencapai 986.170 ton, atau naik sekitar 14 persen dibanding 2025. Sementara itu, konsumsi daging ayam diprediksi mencapai 4,99 juta ton pada tahun 2026, atau naik hampir 5 persen dari tahun sebelumnya.
"Kami akan tetap fokus melanjutkan strategi efisiensi serta meningkatkan aktivitas operasional dan utilisasi fasilitas eksisting," ujar dia.
Untuk mendukung strategi tersebut, WMPP akan memperkuat modal kerja melalui divestasi sejumlah aset yang sudah tidak produktif, hingga membuka peluang kerjasama dengan sejumlah mitra dan investor strategis.
