Jakarta, FORTUNE - PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) membukukan lonjakan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 76,84 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi US$309,37 juta pada semester I-2026. Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (28/8), pertumbuhan dari posisi US$174,94 juta pada semester I-2025 tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan usaha serta keberhasilan efisiensi beban operasional.
Hingga akhir Juni 2026, total pendapatan usaha ADRO mencapai US$999,24 juta, tumbuh 16,50 persen (YoY) dari sebelumnya US$857,69 juta pada semester I-2025.
Segmen pertambangan menjadi kontributor terbesar dengan menyumbang US$581,81 juta, diikuti jasa pertambangan sebesar US$470,82 juta, dan pendapatan lain-lain US$28,87 juta, setelah dikurangi eliminasi sebesar US$82,25 juta.
Kenaikan pendapatan tersebut tidak diikuti oleh pembengkakan beban secara signifikan. Beban pokok pendapatan ADRO hanya naik tipis 0,55 persen (YoY) menjadi US$576,56 juta dari US$573,42 juta pada periode sama tahun lalu. Alhasil, laba bruto perseroan terkatrol 48,69 persen (YoY) menjadi US$422,68 juta dibandingkan dengan US$284,27 juta pada semester I-2025.
Performa positif ini berlanjut pada laba usaha yang melesat 87,75 persen (YoY) menjadi US$381,76 juta dari US$203,33 juta. Penguatan laba usaha ini salah satunya didorong oleh efisiensi beban usaha yang dapat ditekan 3,31 persen (YoY) menjadi US$58,35 juta dari sebelumnya US$60,35 juta.
Kinerja bottom-line perseroan turut didukung oleh pembalikan pada pos pendapatan lain-lain neto yang mencatatkan US$17,43 juta pada semester I-2026, berbalik dari kondisi semester I-2025 yang mencetak beban lain-lain sebesar US$20,60 juta.
Dari sisi posisi keuangan, total aset ADRO hingga akhir semester I-2026 mencapai US$7,80 miliar, yang terdiri atas kewajiban (liabilitas) sebesar US$2,68 miliar dan ekuitas US$5,13 miliar.
