Comscore Tracker
MARKET

Berkenalan dengan Istilah Dividen dan Apa Artinya Bagi Investor

Investor mesti cermat dalam melihat kebijakan dividen.

Berkenalan dengan Istilah Dividen dan Apa Artinya Bagi InvestorIlustrasi dividen. Shutterstock/Monster Ztudio

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE - Jika Anda adalah seorang investor yang baru terjun di pasar modal, dividen merupakan istilah yang wajib Anda pahami. Dividen merupakan salah satu keuntungan yang dapat diperoleh jika seseorang berinvestasi pada suatu perusahaan melalui bursa saham.

Lalu, apa sebenarnya dividen itu? Menukil berbagai sumber, dividen merupakan bagian laba dari perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham. Mudahnya, ketika perusahaan menghasilkan laba dalam suatu periode, dan membagikannya kepada para investornya, maka itulah dividen. Dalam arti lain, dividen ini diberikan berdasarkan jumlah keuntungan perusahaan serta nilai saham yang dimiliki investor.

Dalam pembagian dividen, perseroan biasanya akan membahas dan menyepakati dalam rapat umum pemegang saham (RUPS). Rapat ini akan membahas serta memutuskan sejumlah hal yang berkenaan dengan dividen seperti besaran laba yang dijadikan dividen dan proses pembayaran.

Indikator serta cara menghitung dividen

Untuk memahami lebih dalam mengenai dividen, Anda juga perlu mengetahui beberapa indikator yang berkaitan dengan hal tersebut, seperti laba bersih perusahaan, dividend payout ratio (DPR), dan jumlah saham beredar.

Laba bersih merupakan keuntungan dari aktivitas bisnis suatu perusahaan. Sementara, DPR merupakan proporsi atau bagian dari laba bersih yang dibayarkan kepada para pemegang saham. Sedangkan, jumlah saham beredar merupakan saham yang dimiliki oleh semua pemegang saham.

Kemudian, bagaimana cara menghitung dividen? Sebagai contoh, perusahaan XYZ dalam suatu periode mencetak laba bersih Rp100 miliar. Lalu, perusahaan memutuskan bahwa kebijakan DPR pada periode tersebut mencapai 30 persen. Dengan begitu, jumlah dividen yang akan dibagi perusahaan sebesar Rp30 miliar.

Sementara pada saat sama perusahaan memiliki 10 juta saham beredar. Itu artinya besaran dividen per lembar saham mencapai Rp3.000 per saham.  

Jenis-jenis dividen

Anda juga perlu mengetahui bahwa perusahaan dapat membayar dividen setidaknya dalam tiga bentuk, yaitu dividen tunai, dividen saham, dan dividen properti.

Dividen tunai merupakan jenis yang paling umum. Jenis dividen ini dibayarkan perusahaan dalam bentuk uang tunai. Namun, perusahaan dapat melakukan pembayaran tersebut melalui transfer.

Sementara, dividen saham yaitu dividen yang dibayarkan dalam bentuk saham. Dengan demikian, jumlah kepemilikan saham investor meningkat. Dalam hal ini, perusahaan biasanya menerbitkan saham baru.

Terakhir, dividen properti atau dengan jenama lain dividen aset, merupakan pembayaran keuntungan dari perusahaan berupa aset. Namun, cara pembayaran tersebut jarang ditempuh lantaran biasanya ruwet dan kurang disukai oleh investor. 

Mengapa perusahaan membayar dividen

Lalu, mengapa perusahaan ketika menghasilkan laba membagikan dividen kepada para investornya? Melansir Investopedia, ada sejumlah alasan untuk itu. Secara umum, pembayaran dividen mencerminkan hal positif dan membantu menjaga kepercayaan investor.

Dividen ini diharapkan oleh para pemegang saham sebagai imbalan atas kepercayaannya terhadap suatu perusahaan. Manajemen perusahaan mungkin bertujuan untuk menghormati kepercayaan tersebut dengan memberikan rekam jejak pembayaran dividen yang kuat

Pembayaran dividen dengan nilai yang tinggi juga dapat menunjukkan bahwa perusahaan beroperasi serta menghasilkan laba yang baik.

Namun, perlu diperhatikan, hal itu pada saat sama juga bisa mengindikasikan bahwa perusahaan tidak memiliki proyek ekspansi yang cocok untuk menghasilkan keuntungan yang lebih baik ke depannya. Karena itu, alih-alih menginvestasikannya untuk menyokong pertumbuhan kinerja, perseroan menggunakan labanya untuk membayar pemegang saham.

Soal lain yang juga perlu dipertimbangkan adalah jika sebuah perusahaan memiliki sejarah pembayaran dividen yang panjang. Pengurangan atau bahkan penghapusan dividen pada perusahaan dengan sejarah sedemikian menyiratkan perusahaan tersebut sedang dalam masalah.

Memang, keputusan mengurangi atau tidak membayar dividen tidak selalu berarti berita buruk tentang perusahaan. Mungkin saja manajemen perusahaan memiliki rencana yang lebih baik untuk menginvestasikan uangnya. Misalnya, perusahaan berinvestasi dalam proyek yang berpotensi mengembalikan keuntungan lebih besar bagi para pemegang saham ketimbang merealisasikan dividen.

Related Articles