Comscore Tracker
MARKET

Dari Merger Hingga IPO, Berikut Aksi Korporasi Jumbo Sepanjang 2021

IPO Indonesia tertinggi dibanding Singapura & Malaysia.

Dari Merger Hingga IPO, Berikut Aksi Korporasi Jumbo Sepanjang 2021Pembangunan gedung bertingkat berlangsung di Jakarta, Selasa (9/11/2021). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE – Duff & Phelps, perusahaan konsultan keuangan asal Amerika Serikat (AS), membeberkan sejumlah aksi korporasi besar di Indonesia tahun lalu, yaitu merger dan akuisisi (M&A), penyertaan saham privat dan transaksi modal ventura (private equity/venture capital/VC), dan pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO).

Dalam riset bertajuk Transcation Trail Report Desember 2021, Duff & Phelps meneliti berbagai bentuk aksi tersebut di Indonesia, Malaysia dan Singapura. Pada 2021, terdapat 31 kesepakatan M&A di kawasan ini dengan nilai masing-masing lebih dari US$1 miliar, dibandingkan 15 transaksi pada 2020.

Secara keseluruhan, pelbagai aksi korporasi pada 2021 itu bernilai US$280 miliar atau sekitar Rp3.990 triliun (asumsi kurs Rp14.250). Dengan begitu, pertumbuhannya 230 persen dari US$84 miliar pada tahun sebelumnya.

Di skala dunia, aktivitas M&A, juga naik menjadi US$4,4 triliun (Rp62.700 triliun) dengan lebih dari 57.000 transaksi. Sebagai perbandingan, pada 2020 aksi sama hanya U$3,3 triliun yang mencakup 46.000 transaksi.

“Pertumbuhan tahun ini luar biasa dalam pembuatan kesepakatan di seluruh dunia, sebagian didorong oleh permintaan terpendam dari pembatasan COVID-19 yang meningkat tahun lalu dan sebagian karena tren ekonomi makro lainnya,” demikian pernyataan Srividya Gopal, Managing Director & Chair, Asia Pacific Manegement Committee Duff & Phelps.

Berikut berbagai aksi korporasi jumbo Indonesia menurut penelitian tersebut.

1. Merger dan akuisisi

Berdasarkan data dari Duff & Phelps, terdapat 120 kesepakatan M&A senilai US$31,0 miliar atau setara Rp442 triliun tahun lalu, lebih banyak dari 2020 yang mencapai 62 kesepakatan. 87 persen dari ratusan kesepakatan tahun lalu berasal dari perusahaan domestik.

Contohnya, merger bernilai US$18 miliar antara PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) dengan PT Tokopedia senilai atau sekitar Rp256 triliun. Lalu, merger PT Indosat Tbk dengan PT Hutchison 3 Indonesia (Tri Indonesia) senilai US$6 miliar atau Rp87 triliun.

Selain merger, ada juga aksi akuisisi jumbo. Salah satunya, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (grup Djarum) yang mencaplok saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk dengan nilai US$1,17 miliar atau Rp17 triliun.

2. Penyertaan saham privat dan modal ventura

Dalam beberapa tahun belakangan, aksi penyertaan saham privat dan modal ventura mencapai rekor tertinggi pada 2021, menurut riset sama. Aksi tersebut tahun lalu mencapai 11 kesepakatan senilai US$6,36 miliar (Rp91 triliun).

J&T express, perusahaan rintisan logistik menerima suntikan dana US$1,8 miliar (Rp26 triliun) dari Hillhouse Capital Management Ltd dan lainnya. Lalu, ada Gojek Tokopedia (GoTo) Group yang meraup dana US$1,3 miliar (Rp19 triliun) dari Abu Dhabi Investment Authority dan lainnya.

3. IPO

Laporan sama menyebut jumlah IPO Indonesia mencapai 51 perusahaan, naik dari 48 perusahaan pada tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, jumlah IPO di Malaysia dalam periode sama hanya 18 perusahaan, sedangkan IPO Singapura 10 perusahaan.

Sektor teknologi dan telekomunikasi mendominasi tren IPO Indonesia dengan kontribusi masing-masing 31 persen dan 23 persen. Sejumlah perusahaan IPO itu, seperti PT Bukalapak.com dengan raihan dana US$1,51 miliar (Rp22 triliun) dan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) dengan perolehan US$1,3 milar (Rp19 triliun).

Related Articles