Comscore Tracker
MARKET

Jumlah Investor Naik, Indodax: Investasi Kripto Bakal Jadi Mainstream

Indodax yakin investasi kripto meluas ke banyak wilayah.

Jumlah Investor Naik, Indodax: Investasi Kripto Bakal Jadi MainstreamShutterstock/Wit Olszewski

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE – Indodax, perusahaan lokapasar Bitcoin dan aset kripto, menyatakan minat masyarakat Indonesia terhadap investasi kripto masih akan tumbuh. Menurut Chief Executive Officer (CEO) Indodax, Oscar Darmawan, penetrasi investasi aset kripto didominasi oleh investor dengan rentang usia 21-35 tahun, dan berdomisili di kota besar.

Meski demikian, tak menutup kemungkinan fenomena investasi kripto ini kelak akan semakin digemari serta menyasar penduduk di kota-kota lebih kecil.

“Hal ini masih perlu proses. Utamanya proses edukasi. Bagaimana langkah-langkah yang tepat untuk memulai berinvestasi aset kripto, mengenal kripto yang akan dipilih, bagaimana cara memilih aset kripto yang benar, tentu harus digaungkan terus menerus,” kata Oscar dalam keterangan kepada media, Senin (21/2).

Sebagai platform jual beli aset kripto, Indodax memiliki 5 juta anggota per Februari 2022 atau naik 104 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu. Para pedagang yang aktif serta token yang terdaftar pun mengalami kenaikan, kata Oscar.

Ekosistem kripto

Perkembangan tersebut, menurut Oscar, belum termasuk sejumlah ekosistem blokchain yang sangat erat kaitannya dengan kripto, yaitu decentralized finance (DeFi), non-fungible token (NFT), dan metaverse.

“Teknologi ekosistem kripto ini dengan cepat mulai diterima masyarakat Indonesia. Tentunya, kita semua berharap teknologi blockchain dapat membuat Indonesia menjadi setara dengan negara maju lainnya,” ujarnya.

Sebagai wujud kepedulian perusahaan, kata Oscar, Indodax senantiasa mengedukasi para investor pemula yang baru terjun ke kripto melalui Indodax Academy, kanal edukasi online yang aktif secara harian.

Wamendag: antusiasme investor kripto

Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, sempat menyebutkan bahwa investor aset kripto yang terdaftar pada Januari 2022 mencapai 11,2 juta orang.

“Itu yang teregistrasi untuk melakukan aktivitas melalui trader yang ada di Indonesia,” kata Jerry, Senin (14/2), seperti dikutip dari Antara.

Antusiasme transaksi aset kripto di Indonesia juga meningkat, ujarnya. Akumulasi transaksi sepanjang 2021 mencapai Rp859,4 triliun. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan Rp65 triliun transaksi aset kripto pada 2020. Dengan demikian, rata-rata transaksi aset kripto per hari tahun lalu mencapai Rp2,3 triliun.

Menurut Jerry, Kemendag memandang perlunya aturan dan regulasi yang sangat baik untuk membentuk ekosistem sehat untuk aktivitas perdagangan aset kripto. Dalam hal ini, regulasi tersebut diatur melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Dalam kesempatan sama, Jerry mengatakan aset kripto bukanlah alat tukar atau pembayaran, melainkan komoditas. Satu-satunya alat tukar resmi di Indonesia adalah rupiah.

Related Articles