Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Jelang Long Weekend, IHSG Diproyeksi Lanjut Naik Habis Sentuh 9.0000

IMG-20260114-WA0016.jpg
IHSG saat menembus level 9.000, Rabu (14/1).

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,94 persen di level 9.032,58 pada Rabu (14/1). Pergerakannya diproyeksi melanjutkan penguatan tersebut pada perdagangan Kamis (15/1).

Phintraco Sekuritas menjelaskan, secara teknikal, terjadi golden cross IHSG dan pelebaran histrogram positif MACD. Dus, IHSG diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatan menguji level 9.070/9.100.

"Namun perlu diwaspadai potensi terjadinya profit taking pada perdagangan Kamis, menjelang libur long weekend," kata tim analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Kemarin, IHSG sempat mencapai level intraday tertinggi baru di 9.049. Ekspektasi berlanjutnya penurunan suku bunga The Fed, kenaikan harga komoditas, masuknya aliran dana investor asing, serta aksi korporasi emiten menjadi faktor-faktor yang mendorong penguatan IHSG. Rupiah juga ditutup menguat di level Rp16.865 per dolar Amerika Serikat di pasar spot (14/1).

Dari dalam negeri, pemerintahan Presiden Prabowo akan menghidupkan kembali proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) tahun ini. Langkah hilirisasi itu bertujuan menciptakan substitusi liquefied petroleum gas (LPG).

MIND ID dan Pertamina bekerja sama untuk percepatan hilirisasi batu bara menjadi berbagai produk energi alternatif, termasuk DMW, synthetic natural gas (SNG), dan metanol. Kebijakan itu berpotensi berpengaruh positif terhadap emiten batu bara yang melakukan penjualan ke dalam negeri. 

Selain itu, OJK menebitkan POJK 33/2025 yang mulai berlaku 1 Januari 2026 untuk mengatur penilaian tingkat kesehatan Perusahaan Perasuransian, Lembaga Penjamin, dan Dana Pensiun (PPDP) sebagai dasar bagi OJK dalam menetapkan strategi serta penguatan pengawasan. Melalui pengaturan tersebut, OJK menetapkan metodologi penilaian tingkat kesehatan yang lebih terstruktur dan berbasis risiko untuk mendukung pelaksanaan pengawasan secara efektif. 

Daftar saham yang masuk pilihan tim Phintraco Sekuritas hari ini, mencakup: BRIS, BMRI, BBTN, PSAB, dan SSIA.

Sentimen lainnya adalah pembatalan rencana implementasi biodiesel B50 tahun ini, yang mmempertahankan kebijakan campuran B40 (40 persen biodiesel berbasis sawit dan 60 persen diesel).

Keputusan itu diambil karena uji coba B50 masih membutuhkan waktu, khususnya untuk penggunaan pada kereta api, alat berat, dan mesin, serta mempertimbangkan peningkatan kapasitas produksi diesel domestik. Pilarmas Investindo Sekuritas mencatat, jadwal baru penerapan B50 akan ditetapkan setelah uji coba selesai.

Di sisi lain, pemerintah juga akan menaikkan bea ekspor minyak sawit mentah menjadi 12,5 persen mulai 1 Maret 2026, serta menaikkan bea produk olahan sebesar 2,5 poin persentase dari tarif saat ini.

Keputusan pemerintah mempertahankan biodiesel B40 dan menunda penerapan B50 berpotensi menahan tambahan serapan CPO domestik yang sebelumnya diharapkan meningkat signifikan dari sektor energi.

"Kondisi itu membuat pertumbuhan permintaan CPO dalam negeri menjadi lebih moderat, sehingga dalam jangka pendek sentimen terhadap emiten sawit cenderung netral hingga sedikit negatif," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus.

Di saat yang sama, rencana kenaikan bea ekspor CPO menjadi 12,5 persen serta tambahan bea pada produk olahan berisiko menekan margin emiten yang berorientasi ekspor, terutama bagi perusahaan hulu yang sangat bergantung pada penjualan CPO mentah.

Namun, dampaknya relatif lebih terbatas bagi emiten yang terintegrasi atau memiliki bisnis hilir, karena mereka memiliki fleksibilitas untuk mengalihkan penjualan ke produk bernilai tambah serta berpotensi tetap memperoleh dukungan dari mekanisme insentif BPDPKS.

Nico menilai, dalam jangka menengah hingga panjang, prospek emiten CPO masih konstruktif, mengingat penundaan B50 bersifat sementara dan berpeluang direalisasikan setelah uji coba selesai, sementara kenaikan bea ekspor juga dapat memperkuat dana BPDPKS yang pada akhirnya kembali menopang industri melalui subsidi biodiesel.

Berdasarkan analisa teknikal, Pilarmas Investindo menilai IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resisten antara 8.840–9.070. Saham-saham pilihan mereka adalah ESSA, CBDK, dan EXCL.

Share
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Market

See More

Harga Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Hari Ini, 15 January 2026

15 Jan 2026, 09:55 WIBMarket