Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Pembukaan IHSG Hari Ini Melemah, Tertekan Rebalancing MSCI
ilustrasi IHSG (freepik/Wirestock)
  • Pembukaan IHSG hari ini turun 1,38 persen ke level 6.763 akibat sentimen rebalancing MSCI dan pelemahan rupiah.

  • MSCI mencoret enam saham Indonesia dari Global Standard Index yang efektif berlaku mulai 29 Mei 2026.

  • Analis memproyeksikan IHSG bergerak mixed dengan tekanan utama berasal dari outflow asing dan depresiasi rupiah.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — Pembukaan IHSG hari ini dibuka di zona merah seiring tekanan sentimen global dan rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang memicu aksi jual di pasar saham domestik.

Pada perdagangan Rabu (13/5), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 94,95 poin atau 1,38 persen ke level 6.763 pada pukul 09.01 WIB.

Tekanan terhadap IHSG terjadi di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang kembali menembus level Rp17.500 per Dolar AS, serta keluarnya sejumlah saham dari MSCI Global Standard Index. Hingga pukul 09.50 WIB, IHSG tercatat masih bergerak di area 6.765.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan dalam lima menit pertama mencapai 9,68 miliar saham dengan nilai transaksi Rp2,65 triliun dan frekuensi perdagangan 216.884 kali. Tercatat 161 saham menguat, 321 saham melemah, dan 205 saham stagnan.

Rebalancing MSCI jadi tekanan utama pasar

Sentimen utama yang membebani pembukaan IHSG hari ini berasal dari pengumuman rebalancing MSCI Mei 2026.

Dalam evaluasi terbarunya, MSCI mencoret enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index, meliputi PT Amman Mineral International Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Selain itu, MSCI juga menghapus 13 saham dari MSCI Small Cap Index, termasuk PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), hingga PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI). Sementara AMRT turun kelas dari MSCI Global Standard Index ke MSCI Small Cap Index.

Perubahan tersebut akan efektif berlaku mulai 29 Mei 2026 dan dinilai berpotensi memicu arus keluar dana asing dari saham-saham terkait.

“Pelemahan Rupiah pada level terendah baru serta antisipasi penurunan bobot oleh MSCI menjadi faktor negatif yang mendorong pelemahan IHSG,” mengutip Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

MSCI sendiri tetap mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Markets dan tidak memasukkan Indonesia ke kategori Frontier Market dalam review Mei 2026.

Daftar saham terdepak dari Indeks MSCI dan MSCI Small Cap Index

Saham yang keluar MSCI

Saham yang keluar MSCI Small Cap Index

PT Amman Mineral International Tbk (AMMN)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)

PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)

PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)

PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)

PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)

PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)

PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)

PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)

PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)

-

Rupiah melemah dan outflow asing membebani IHSG

Selain faktor MSCI, pelemahan rupiah turut menjadi sentimen negatif bagi pasar saham domestik. Nilai tukar rupiah sebelumnya sempat menyentuh Rp17.550 per dolar AS.

BRI Danareksa Sekuritas menyebut tekanan terhadap rupiah dan antisipasi pasar terhadap pengumuman MSCI membuat pergerakan IHSG cenderung terbatas.

“Oleh karena itu, IHSG diproyeksikan akan bergerak terbatas cenderung melemah dengan level resistance terdekat pada 6.960–7.000 dan support pada 6.760–6.780,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas.

Panin Sekuritas juga melihat tekanan pasar berasal dari kombinasi inflasi AS yang lebih tinggi dari ekspektasi, pelemahan rupiah, serta arus keluar investor asing yang masih berlangsung.

“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG masih akan melanjutkan pelemahannya,” mengutip Panin Sekuritas.

CGS International Sekuritas Indonesia menambahkan bahwa aksi jual investor asing, tekanan rupiah, dan pelemahan mayoritas bursa Wall Street menjadi faktor yang membebani pasar domestik.

Meski demikian, CGS melihat kenaikan harga komoditas energi dan potensi rotasi ke saham berfundamental kuat dapat menjadi katalis positif jangka pendek.

Proyeksi analis: IHSG bergerak mixed

Di tengah tekanan pasar, sejumlah analis masih melihat peluang IHSG bergerak mixed sepanjang perdagangan hari ini. Technical Analyst WH Project, William Hartanto, memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 6.814 hingga 7.100.

"Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed dalam range 6.814-7.100," tulis William dalam riset hariannya, Selasa (12/5) malam.

Menurut William, secara teknikal IHSG sedang menguji area support trendline setelah sempat menunjukkan sinyal reversal pada April 2026 melalui pola candlestick pin bar.

“IHSG menguji support trendline dari yang sebelumnya sudah sempat hampir reversal di bulan April 2026. Terbentuk pola pin bar yang menunjukkan dorongan buyer lebih mendominasi pada perdagangan kemarin," ujarnya.

William menilai keputusan MSCI menjadi faktor penentu arah pasar dalam jangka pendek, meski pelaku pasar mulai menunjukkan keberanian mengambil posisi spekulatif.

MSCI sendiri saat ini menjadi salah satu acuan utama investor global. Dana pasif yang menggunakan indeks MSCI sebagai benchmark tercatat mencapai 21 triliun Dolar AS atau sekitar Rp368,4 kuadriliun, sementara dana ETF berbasis indeks MSCI mencapai 2,4 triliun Dolar AS atau sekiar Rp42 kuadriliun.

FAQ seputar pembukaan IHSG hari ini

Apa penyebab pembukaan IHSG hari ini melemah?

IHSG melemah akibat sentimen rebalancing MSCI, pelemahan rupiah, dan aksi jual investor asing.

Saham apa saja yang keluar dari MSCI Global Standard Index?

AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT dicoret dari MSCI Global Standard Index.

Apakah Indonesia turun menjadi Frontier Market?

MSCI tetap mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Markets.

Berapa level IHSG pada pembukaan perdagangan 13 Mei 2026?

IHSG dibuka turun ke level 6.763 dan sempat bergerak di area 6.765 hingga pukul 09.50 WIB.

Editorial Team