Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Produsen Jeli Inaco IPO, Bidik Harga Rp900-Rp1.120/Saham
Logo PT Niramas Utama Tbk (JELI) atau Inaco yang akan IPO. (Dok. Inaco)
  • PT Niramas Utama Tbk (JELI), produsen Inaco, resmi memulai proses IPO dengan menawarkan hingga 350 juta saham bernilai nominal Rp100 per lembar pada kisaran harga Rp900–1.120.

  • Dana maksimal Rp392 miliar dari IPO akan digunakan untuk memperkuat modal anak usaha, belanja modal internal, kebutuhan operasional, serta pelunasan sebagian utang ke Bank Mandiri.

  • Meski penjualan bersih JELI turun menjadi Rp753,05 miliar pada 2025, laba tahun berjalan melonjak dari Rp11,63 miliar menjadi Rp39,02 miliar.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Langkah IPO PT Niramas Utama Tbk menandakan upaya strategis untuk memperkuat fondasi bisnis melalui peningkatan kapasitas produksi dan efisiensi logistik. Alokasi dana yang terencana menunjukkan komitmen terhadap pertumbuhan berkelanjutan, sementara lonjakan laba meski penjualan menurun mencerminkan keberhasilan manajemen dalam mengoptimalkan kinerja operasional dan menjaga profitabilitas perusahaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - PT Niramas Utama Tbk (JELI), produsen agar-agar Inaco, memulai proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia pada Senin (15/6). Melalui aksi korporasi ini, perseroan membidik penghimpunan dana segar maksimal Rp392 miliar guna memacu kapasitas manufaktur di pasar domestik maupun ekspor serta merestrukturisasi liabilitas jangka pendek.

JELI menawarkan sebanyak-banyaknya 350 juta lembar saham biasa atau setara 25,93 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Manajemen menetapkan nilai nominal Rp100 per saham, dengan rentang harga penawaran awal (bookbuilding) yang dipatok berkisar Rp900-1.120 per lembar saham.

Porsi terbesar dari hasil emisi ini, yaitu 51,04 persen, akan dialokasikan untuk mempertebal penyertaan modal pada anak usaha, PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS), dalam bentuk ekuitas. Suntikan likuiditas tersebut bakal dimanfaatkan oleh NPS sebagai belanja modal (capital expenditure) dalam membiayai pembelian, pelunasan, hingga instalasi mesin produksi serta peralatan kerja terintegrasi.

"Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jeli perseroan, guna mendukung peningkatan permintaan domestik dan ekspor," demikian dikutip dari prospektus IPO JELI, Senin (15/6).

Selanjutnya, perseroan mengalokasikan sekitar 18,36 persen dana IPO untuk belanja modal internal perusahaan yang difokuskan pada percepatan efisiensi proses logistik. Sementara itu, porsi sebesar 19,97 persen diplot sebagai modal kerja operasional—termasuk pengadaan bahan baku, pemenuhan biaya operasional, dan kampanye pemasaran.

Sisa perolehan dana sebesar 10,63 persen dianggarkan untuk melunasi sebagian pokok utang Kredit Modal Kerja (KMK) 1 dan KMK 2 kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), yang per 31 Maret 2026 total pokok pinjamannya mencapai Rp94 miliar.

"Perseroan akan melakukan pembayaran atas sebagian pinjaman jangka pendek KMK 1 dan KMK 2 kepada Mandiri, sehingga saldo kewajiban perseroan setelah pembayaran akan menjadi Rp54 miliar," demikian manajemen JELI dalam dokumen keterbukaan informasi tersebut.

Perusahaan ini menunjukkan lompatan profitabilitas pada pos bottom-line sepanjang tahun buku 2025 meskipun lini pendapatan mengalami sedikit kontraksi.

Penjualan bersihnya mencapai Rp753,05 miliar, bergerak turun dari perolehan 2024 yang mencapai Rp788,43 miliar. Namun, laba tahun berjalan perusahaan justru terkerek dari Rp11,63 miliar menjadi Rp39,02 miliar pada akhir 2025.

Secara mendetail, berikut estimasi jadwal pelaksanaan IPO JELI:

  • Masa penawaran awal atau bookbuilding: 15-22 Juni 2026.

  • Tanggal efektif pernyataan pendaftaran dari OJK: 29 Juni 2026.

  • Masa penawaran umum: 1-3 Juli 2026.

  • Tanggal penjatahan: 3 Juli 2026.

  • Tanggal distribusi saham secara elektronik: 6 Juli 2026.

  • Tanggal pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia: 7 Juli 2026.

Topics

Editorial Team

Related Article