Belum Bagi Dividen, Ini Penjelasan FORE Kopi

- FORE belum membagikan dividen karena laba ditahan masih negatif. Perseroan menargetkan laba ditahan positif tahun depan, sementara keputusan dividen akan dibahas dalam RUPS.
- Dalam prospektus IPO April 2025, FORE berkomitmen membagikan dividen tunai minimal 40% dari laba bersih setelah pajak kepada seluruh pemegang saham.
- Semester I 2026, pendapatan FORE naik 52% menjadi Rp1 triliun dan laba bersih tumbuh 34% menjadi Rp56,5 miliar, meski beban pokok, operasional, serta penjualan meningkat.
Jakarta, FORTUNE - PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) memberi sinyal bakal membagikan dividen setelah laba ditahan atau retained earng kembali mencatat hasil positif.
Director of Strategy and Corporate Development Fore Kopi, Fahmi Rachmattulah mengatakan sampai saat ini laba ditahan perseroan masih negatif sehingga belum bisa membagikan dividen.
"Nanti setelah retained earning positif mungkin dilakukan pembagian dividen. Tapi nanti itu subjeknya untuk pembahasan RUPS," kata Fahmi dalam pertemuan dengan wartawan, Rabu (5/8).
Perusahaan menargetkan agar laba ditahan pada tahun depan bisa kembali positif sehingga bisa membagikan dividen.
Dalam prospektus penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada April 2025, FORE menyatakan berkomitmen membagikan dividen tunai kepada seluruh pemegang saham sedikitnya 40 persen dari laba bersih setelah pajak.
Pada semester pertama 2026, FORE membukukan pendapatan Rp1 triliun, naik 52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Torehan tersebut didukung oleh jumlah ekspansi jumlah gerai aktif yang mencapai hingga 44 persen secara tahunan.
Kendati demikian beban pokok penjualan naik dari Rp253,11 miliar pada semester pertama 2025, menjadi Rp382,92 miliar pada periode tersebut. Selain itu, beban operasional FORE juga naik dari Rp363,62 miliar menjadi Rp539,81 miliar. Begitu juga dengan beban penjualan yang meningkat menjadi Rp446,98 miliar serta beban umum dan administrasi yang tumbuh menjadi Rp92,83 miliar.
Di sisi lain, EBITDA melesat 65 persen (YoY) menjadi Rp216 miliar dari Rp131 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, seiring margin EBITDA yang melebar menjadi 21,5 pesen dari 19,7 persen pada semester pertama tahunan lalu. Laba bersih tumbuh 34 persen (YoY) menjadi IDR 56,5 miliar, naik dari Rp42 miliar pada tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, FORE mencatatkan total aset sebesar Rp1,26 triliun, naik dari Rp1,16 triliun pada akhir 2025. Ekuitas bersih perseroan juga meningkat dari Rp680,58 miliar menjadi Rp737,69 miliar. Begitu pula dengan liabilitas yang tumbuh dari Rp479,58 miliar menjadi Rp521,68 miliar.











