Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Siap Bagikan Dividen 10 Juta Dolar AS, Ini Profil CDIA
potret karyawan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) (chandradaya-investasi.com)
  • CDIA akan membagikan dividen interim 2026 senilai US$10 juta atau sekitar Rp178 miliar, setara Rp1,422181 per saham, dengan pembayaran pada 22 Oktober 2026.

  • Pemegang saham yang tercatat pada 2 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB berhak menerima dividen.

  • Pada semester I 2026, pendapatan CDIA naik 22,8 persen menjadi US$82,1 juta dan laba bersih mencapai US$19,3 juta, disertai ekspansi investasi logistik serta infrastruktur.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) akan membagikan dividen tunai interim untuk tahun buku 2026 dengan total nilai 10 juta dolar AS. Dividen ditetapkan berdasarkan keputusan direksi yang telah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris pada 18 September 2026.

Pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 22 Oktober 2026. Sementara itu, tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak atau recording date pada 2 Oktober 2026.

Di balik aksi korporasi tersebut, CDIA merupakan perusahaan yang bergerak di bidang investasi infrastruktur dan menjadi bagian dari Chandra Asri Group. Lantas, siapa pemilik CDIA dan apa saja bisnis yang dijalankan perusahaan ini? Berikut profil PT Chandra Daya Investasi Tbk selengkapnya.

Profil PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) merupakan perusahaan investasi infrastruktur yang menjadi bagian dari Chandra Asri Group. Perseroan mengelola portofolio bisnis di sejumlah sektor, meliputi energi, air, kepelabuhanan dan penyimpanan, serta logistik.

CDIA resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli 2025. Dalam penawaran umum perdana saham (IPO), perseroan melepas 12,48 miliar saham atau 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga Rp190 per saham. IPO tersebut menghimpun dana sekitar Rp2,37 triliun.

Dana hasil IPO dialokasikan untuk pengembangan dan ekspansi bisnis infrastruktur. Penggunaannya antara lain mencakup pengembangan sektor logistik melalui pembelian kapal serta pembangunan tangki penyimpanan, jaringan pipa etilena, dan fasilitas penunjang lainnya.

Setelah melantai di bursa, CDIA terus memperluas portofolio bisnisnya. Pada semester I 2026, perseroan antara lain menginvestasikan US$90 juta untuk memperoleh 40 persen saham PT Armada Maritim Persada serta US$15,5 juta untuk mengambil 49 persen saham Petrosea Services Solutions.

Jadwal dividen CDIA

Pemegang saham perlu memperhatikan perbedaan jadwal cum dividen dan ex dividen untuk pasar reguler, pasar negosiasi, serta pasar tunai. Berikut jadwal pembagian dividen interim CDIA:

  • Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 30 September 2026

  • Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 1 Oktober 2026

  • Cum dividen pasar tunai: 2 Oktober 2026

  • Ex dividen pasar tunai: 5 Oktober 2026

  • Recording date atau DPS: 2 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB

  • Pembayaran dividen: 22 Oktober 2026

Dengan jadwal tersebut, pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada recording date menjadi pihak yang berhak menerima dividen sesuai ketentuan perseroan.

Besaran dividen CDIA

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), CDIA menetapkan dividen interim tahun buku 2026 sebesar US$10 juta atau sekitar Rp178 miliar (kurs Rp17.802 per dolar AS). Nilai dividen per saham mencapai Rp1,422181.

Pembagian dividen tersebut mengacu pada laporan keuangan per 30 Juni 2026. CDIA membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$17,28 juta atau sekitar Rp307,79 miliar.

Pada periode yang sama, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai US$98,89 juta atau sekitar Rp1,76 triliun. Sementara itu, total ekuitas perseroan tercatat US$1,1 miliar atau sekitar Rp19,7 triliun.

Kinerja CDIA hingga Juni 2026

Pembagian dividen interim dilakukan seiring pertumbuhan kinerja CDIA pada semester I 2026. Pendapatan bersih perseroan mencapai US$82,1 juta, naik 22,8 persen secara tahunan dari US$66,9 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut salah satunya ditopang segmen logistik yang membukukan pendapatan US$27 juta, melonjak 80,2 persen secara tahunan. Sementara itu, pendapatan segmen energi naik 5,4 persen menjadi US$51,8 juta.

Dari sisi profitabilitas, CDIA membukukan laba bersih US$19,3 juta pada semester I 2026. EBITDA juga tumbuh 25,3 persen secara tahunan menjadi US$31,6 juta, dari US$25,2 juta pada semester I 2025.

Ekspansi bisnis CDIA

Selain mencatat kinerja operasional, CDIA juga menjalankan sejumlah ekspansi sepanjang semester I 2026. Perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar 94,2 juta dolar AS hingga Juni 2026.

Salah satu realisasinya adalah pengoperasian Novah, kapal logistik cair kimia berkapasitas 9.000 DWT. CDIA memperluas bisnis melalui investasi 90 juta dolar AS untuk mengambil 40 persen kepemilikan di PT Armada Maritim Persada.

Perseroan turut menginvestasikan 15,5 juta dolar AS untuk memperoleh 49 persen kepemilikan di Petrosea Services Solutions. Investasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan bisnis logistik dan infrastruktur CDIA.

FAQ seputar CDIA akan bagi dividen

Berapa dividen interim CDIA tahun buku 2026?

CDIA menetapkan total dividen interim sebesar 10 juta dolar AS atau Rp1,422181 per saham.

Kapan cum dividen CDIA?

Cum dividen pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 30 September 2026.

Kapan recording date dividen CDIA?

Recording date ditetapkan pada 2 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB.

Kapan dividen CDIA dibayarkan?

Pembayaran dividen dijadwalkan pada 22 Oktober 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article