Awal Pekan, IHSG Diprediksi Terkonsolidasi Karena 2 Sentimen

Jakarta, FORTUNEĀ - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi terkonsolidasi pada Senin (15/1), setelah ditutup naik 0,29 persen ke level 7.241,14 pada akhir pekan lalu.
Menurut Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, secara teknikal, walaupun sudah terbentukĀ golden crossĀ pada Stochastic RSI, IHSG membentuk polaĀ doji startĀ bersamaan dengan pergerakan pada Jumat (12/1) lalu.
"IHSG diperkirakan konsolidasi pada rentang 7.200-7.250," tulis Valdy dalam riset harian.
Ia memproyeksikan IHSG bergerak di kisaranĀ supportĀ 7.200, pivot 7.250, dan resisten di 7.300. Saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas pada Senin (15/1), antara lain: ESSA, AKRA, BTPS, ELSA, INCO, dan UNVR.
Dari eksternal, investor menanti sejumlah data ekonomi yang akan rilis. Jerman akan rilis data inflasi yang diperkirakan naik ke level 3.7 persen (YoY) di bulan Desember 2023 dari sebelumnya 3.2 persen (YoY) di November 2023. Masih dari Jerman, ekonomi sentimen diperkirakan naik menjadi 13.9 di Januari dari sebelumnya 12.8 di Desember 2023.
Dari dalam negeri, pada pekan depan akan rilis data neraca perdagangan Indonesia yang diperkirakan kembali surplus walau mengalami penurunan menjadi US$1.92 miliar di Desember 2023 dari sebelumnya di US$2.41 miliar di November 2023. Penurunan surplus NPI sejakan dengan perkiraan penurunan nilai ekspor sebesar -8.1 persen (YoY) di Desember 2023 dari sebelumnya -8.56 persen (YoY) di November 2023.
Lebih lanjut, secara mingguan, IHSG diprediksi relatif fluktuatif di rentang 7.200-7.300 sepanjang pekan ini.
Di sisi lain, Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova memproyeksikan IHSG menguat di rentangĀ supportĀ 7.200 dan resisten di 7.310. Pada Jumat pekan lalu, IHSG naik tipis di atas garis SMA-20 denganĀ candle dojiĀ dan diperkirakan bisa menguat pada pekan ini menuju 7.300-7.350, untuk melanjutkan pembentukanĀ wave bĀ dari (iv).
LevelĀ supportĀ IHSG berada di 7.111, 7.021, dan 6.931. Sementara itu, level resistennya adalah 7.300, 7.422, dan 7.503. Indikator MACD menandakan momentumĀ bearish. Saham-saham pilihannya, terdiri dari: INDF, KLBF, MEDC, PGAS, dan TLKM.

















