Comscore Tracker
MARKET

Suspensi Baru Dibuka, Saham MSIN Langsung Terjerembap 6,85 Persen

Bahkan hampir mendekati ARB.

Suspensi Baru Dibuka, Saham MSIN Langsung Terjerembap 6,85 PersenShutterStock/PopTika

by Tanayastri Dini Isna KH

Jakarta, FORTUNE - Setelah sahamnya disuspensi sejak 29 Desember 2021, saham PT MNC Studios International Tbk (MSIN) akhirnya kembali aktif di bursa, Rabu (5/1). Namun, saham emiten milik taipan Hary Tanoesodibjo itu langsung merosot mengarah ke auto reject bawah (ARB) setelah sesi kedua.

Berdasarkan pantauan data Bursa Efek Indonesia, MSIN anjlok 6,85 persen ke Rp2.310 pada pukul 15.10 WIB. Sementara pagi tadi, saham sempat dibuka dengan harga Rp2.500.

Tak lama setelahnya, harga saham MSIN bergerak melemah ke level Rp2.430 pada 09.30 WIB dan kembali  merangkak ke posisi Rp2.460. Akan tetapi, hingga akhir sesi I, saham emiten ini terus merosot ke level Rp2.400.

Sebagai informasi, emiten yang terafiliasi dengan Media Nusantara Citra itu tercatat mengalami kenaikan 172,53 persen selama sebulan terakhir. Bahkan dalam tiga bulan terakhir melesat hingga 348,54 persen.  Cecara tahunan, harga saham MSIN terpantau naik 1.587,07 persen. Adapun kapitalisasi pasar MSIN mencapai Rp26,44 triliun.

Alasan di Balik Lonjakan Harga

Direktur Utama PT MNC Studios International Tbk, Ella Kartika menilai lonjakan harga saham MSIN sebagai hal yang wajar. Menurutnya, itu terjadi karena investor pasar modal antusias dengan konsolidasi aset digital MNC Media yang ditargetkan rampung pada kuartal pertama 2022.

“Dengan masuknya RCTI+, Vision+, dan ketujuh portal online, adressable market bukan hanya untuk Indonesia, melainkan juga global,” jelasnya dalam sesi paparan publik insidental pada Senin (3/1).

Menurutnya, konsolidasi strategis itu akan membuat perseroan memiliki portofolio distribusi digital komprehensif melalui RCTI+ dan Vision+, serta platform digital lain seperti portal media daring, gim, kecerdasan buatan, serta rumah produksi. Yang pada akhirnya akan berdampak pada basis audiens digital perseroan.

Ella menambahkan, “Konsolidasi ini adalah langkah besar yang diambil untuk menjadikan MSIN sebagai grup digital entertainmen terbesar di Indonesia.”

Namun, sebelum merealisasikan rencana tersebut, MSIN akan meminta persetujuan para investor melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar 7 Februari mendatang.

Related Articles