Comscore Tracker
MARKET

BEI Rilis 3 Waran Terstruktur: Adaro, BRI, dan Unilever

Bagaimana mekanisme perdagangan waran terstruktur?

BEI Rilis 3 Waran Terstruktur: Adaro, BRI, dan UnileverBursa Efek Indonesia/Dok. Desy Y/Fortune Indonesia

by Tanayastri Dini Isna KH

Jakarta, FORTUNE - Bursa Efek Indonesia (BEI) debutkan tiga waran terstruktur (structured warrant), Senin (19/9), yang disertai underlying PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

RHB Sekuritas Indonesia merupakan penerbit pertama produk tersebut di pasar modal Indonesia, sekaligus liquidity provider atas perdagangannya di pasar sekunder.

Waran-waran terstruktur itu tercatat di bursa dengan kode ADRODRCM3A, BBRIDRCM3A, dan UNVRDRCM3A. Lebih lanjut, ketiganya sama-sama bertipe call, hadir dengan rasio konversi 3 banding 1. Tipe call waran merupakan efek dengan hak membeli saham konstituen IDX30 pada harga dan tanggal yang sudah ditentukan (harga exercise).

Masa berlakunya sembilan bulan dengan tanggal jatuh tempo 19 Juni 2023. Sementara itu, perdagangannya akan berlangsung mulai hari ini hingga 13 Juni 2023.

“Kajian kami menunjukkan produk ini akan memenuhi kebutuhan pasar, sehingga dapat menjadi pilihan bagi para investor di pasar modal,” ujar Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, dalam keterangan resminya.

Bagaimana mekanisme perdagangan waran terstruktur?

Ilustrasi Waran.

Dirilis sejak awal Agustus, waran terstruktur memberi hak kepada pembeli untuk menjual atau membeli underlying asset pada harga dan tanggal exercise. Adapun, underlying asset adalah saham di konstituen Indeks IDX30.

Mekanisme perdagangannya tidak jauh berbeda dari waran equity yang telah ramai diperjualbelikan. Yang membedakan hanya penerbit dan metode penyelesaian ketika jatuh tempo tiba.

Penerbit waran equity adalah emiten dari saham yang jadi underlying, sedangkan penerbit waran terstruktur adalah anggota bursa (AB) yang memenuhi persyaratan OJK.

Untuk penyelesaian saat jatuh tempo, waran terstruktur akan menggunakan cash settlement, bukan penyerahan saham (physical settlement)—yang berlaku untuk waran equity .

Dus, para investor dengan waran terstruktur bernilai in the money, akan mengantongi kas sesuai selisih harga pasar dan harga exercise. Selain itu, para investor juga bisa menjual kembali waran terstruktur di pasar sekunder, seperti waran equity.

Related Articles