MARKET

Bos Jual 0,98% Saham, Bagaimana Prospek Saham MD Pictures?

Ini prospek pendapatan dan saham MD Pictures (FILM) di 2024.

Bos Jual 0,98% Saham, Bagaimana Prospek Saham MD Pictures?Manoj Punjabi, pendiri dan CEO MD Entertainment. (IDN Media/Herka Yanis Pangaribowo)

by Tanayastri Dini Isna KH

12 February 2024

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Manoj Dhamoo Punjabi, dikenal dengan Manoj Punjabi, baru-baru ini menjual saham PT MD Pictures Tbk (FILM) miliknya. Nilai transaksainya mencapai Rp451,15 miliar.

Secara volume, Manoj Punjabi melepas saham FILM sebanyak 93,60 juta dengan harga penjualan Rp4.820 per saham. Harga itu lebih rendah dari harga di pasar saat transaksi dilakukan, yakni 2 Februari 2024. Saat itu, saham FILM diperdagangkan di harga Rp5.875 per saham.

Adapun, per Senin (12/2), saham FILM tercatat berada di level Rp5.400 per saham.

Transaksi itu sendiri bertujuan sebagai aksi divestasi Manoj atas kepemilikan sahamnya di rumah produksi yang ia dirikan tersebut. Status kepemilikannya bersifat langsung.

Setelah transaksi itu, persentase kepemilikan saham oleh Manoj atas FILM berkurang 0,98 persen dari 22,23 persen menjadi 21,25 persen. Dari segi volume, kini Manoj hanya memiliki 2,02 miliar saham FILM, dari sebelumnya 2,11 miliar saham.

Manoj Punjabi merupakan salah satu pemegang saham pengendali MD Pictures, bersama dengan PT MD Global Investments yang menguasai 50,50 persen atau 4,80 miliar saham FILM. Selain itu, Komisaris Utama FILM, Shania Manoj Punjabi juga memiliki saham FILM sebesar 0,20 persen atau 18,95 juta saham.

Prospek kinerja dan laju saham FILM

Sepanjang 9 bulan pertama 2023, FILM membukukan penjualan sebesar Rp293,57 miliar, menurun 23,22 persen (YoY) dari Rp382,36 miliar pada periode serupa di 2022. Laba bersihnya pun tergerus 43,82 persen (YoY) dari Rp153,96 miliar menjadi Rp86,48 miliar.

Analis Samuel Sekuritas, Muhammad Farras Farhan memproyeksikan FILM membukukan penjualan senilai Rp431,00 miliar dan laba bersih Rp145 miliar sepanjang 2023. Estimasi itu lebih rendah 1,37 persen dan 9,37 persen (YoY) dari realisasi pendapatan dan laba bersih perseroan pada 2022.

Penyebab penurunan itu adalah high-base effect dari keberhasilan film KKN di Desa Penari (2022), yang berhasil berkontribusi lebih dari 70 persen terhadap margin perseroan. Film itu mencatatkan 10,06 juta penonton semasa penayangan dan menjadi film Indonesia terlaris dari segi volume penjualan tiket, mengalahkan Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 (2016).

Sementara di 2024 ini, Farras memperkirakan MD Pictures akan meraih pendapatan senilai Rp723 miliar, melonjak 67,74 persen (YoY) dari ekspektasinya di 2023. Begitu pula dengan laba yang diprediksi meroket 90,34 persen (YoY) menjadi Rp276 miliar pada 2024. Dengan perkiraan pertumbuhan EPS (earning per share) sebesar 90 persen pada 2024, naik dari estimasi di 2023, yakni minus 10 persen.

Apa yang melandasi optimisme itu? Katalisnya adalah peluang untung besar dari monetisasi IP (intellectual property) sejalan dengan rencana untuk memproduksi lebih banyak IP di tahun ini dan di masa depan. Beberapa film layar lebar yang masuk dalam jajaran IP MD Pictures di 2024, antara lain: ANCIKA: Dia yang Bersamaku 1995Munkar, Ipar adalah Maut, Setetes Embun Cinta Niyala, dan Badarawuhi di Desa Penari.

"Kami telah memperhitungkan potensi cashflow yang signifikan dari IP-nya dalam valuasi kami," katanya dalam riset, dikutip Senin.

Namun, ia menyoroti faktor risiko berupa pendapatan digital yang lebih rendah dari perkiraan.

Ia pun menetapkan target harga Rp3.800 per saham untuK FILM. Dengan proyeksi rasio price to earning (P/E) dan price to book value (P/BV) masing-masing 99 kali dan 14,1 kali; masing-masing menurun dari 189 kali dan 16,3 kali dari proyeksi di 2023.