MARKET

Demi Ekspansi, Kontraktor Ini Jadi Emiten IPO ke-1 di 2024

Dana yang dibidik sebesar Rp125 miliar.

Demi Ekspansi, Kontraktor Ini Jadi Emiten IPO ke-1 di 2024IPO ASLI.
05 January 2024
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Kontraktor PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) resmi menjadi emiten pertama yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2024, Jumat (5/1).

Sahamnya dibuka menguat 25 persen ke level Rp125 per saham, dari harga penawaran IPO (Initial Public Offering) Rp100 per saham. Namun, per pukul 11.03 WIB, saham ASLI merosot 28,00 persen ke level Rp72 per saham.

Data IDX Mobile menunjukkan, volume transaksi ASLI mencapai 1,13 miliar saham dengan nilai transaksi Rp99,8 miliar dan frekeuensi transaksi 64.900 kali.

Lewat IPO, ASLI menawarkan 1,25 miliar saham atau 20,00 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga Rp100 per saham. Dana yang dihimpun sebanyak Rp125 miliar. Penjamin efeknya adalah NH Korindo Sekuritas.

Menurut Direktur Utama Asri Karya Lestari, Sudjatmiko, 66,35 persen dari dana tersebut akan digunakan untuk setoran modal kepada anak perusahaannya dengan perincian:

  • 56,25 persen ke PT Bumi Prima Konstruksi untuk membeli alat berupa rotary drilling rigmobile cranecrawler cranefoco crane trailler, dan dolly trailler truck.
  • 43,75 persen ke PT Manyar Perkasa Mandiri untuk membeli mesin produksi batching plant.

Sementara itu, sisa dana sebesar 33,65 persen akan perseroan gunakan sebagai modal kerja perseroan, yakni untuk pembayaran material, perlengkapan proyek, serta membiayai kegiatan operasional perseroan.

Mendukung ekspansi sambut kenaikan belanja negara

"Langkah kami masuk ke bursa melalui IPO adalh bagian dari strategi untuk meningkatkan ekspansi usaha, kapasitas pendanaan, tata kelola, dan prinsip keterbukaan yang lebih baik," kata Sudjatmiko, Jumat.

Hal itu seiring dengan kenaikan belanja pemerintah pusat pada 2024 sebesar 7,4 persen dari 2023. Fokus dan peningkatan anggaran itu adalah percepatan transformasi ekonomi, salah satunya pembangunan IKN. Selain itu, anggaran itu juga dialokasikan untuk belanja prioritas, yakni infrastruktur senilai Rp423,4 triliun guna menopang pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar. Angka itu lebih tinggi 5,9 persen dari 2023, yakni Rp399,6 triliun.

"Karena itu, kami mempersiapkan ekspansi usaha agar mampu menyerap dan berpartisipasi dalam pembangunan negara," ujar Sudjatmiko lagi.

Related Topics