MARKET

Ditopang Saham Infrastruktur, IHSG Diramal Bisa Menguat Lagi

Secara teknikal pun IHSG diprediksi kembali naik.

Ditopang Saham Infrastruktur, IHSG Diramal Bisa Menguat LagiANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.
12 October 2023
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat, Kamis (12/10), setelah berhasil naik 0,14 persen ke 6.931,75 pada Rabu (11/10) sore.

Secara teknikal, Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova memprediksi IHSG akan bergerak di rentang support 6.920 dan resisten di 6.985. 

"IHSG masih ditutup di atas garis SMA-60 dan kini sedang menguji resisten Fibonacci 6.967, yang mana penembusan di atas level ini akan membuka jalan bagi IHSG melanjutkan penguatan menuju 7.016," jelas Ivan dalam riset hariannya.

Level support IHSG berada di 6.840, 6.804, dan 6.747, sedangkan resistennya di 6.967, 7.016, dan 7.058. Indikator MACD dalam kondisi netral. Saham-saham yang Ivan sorot hari ini, yakni: MDKA, MEDC, PTBA, TKIM, dan UNTR.

Lebih lanjut, Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang memproyeksikan IHSG bakal bergerak di kisaran support 6.900 dan resisten di 7.000.

"IHSG diperkirakan melanjutkan rebound menguji pivot 6.950 pada Kamis. Secara teknikal, pelebaran positive slope pada MACD diikuti Stochastic RSI yang masih naik menandakan potensi rebound itu," jelasnya dalam riset harian.

Sentimen penggerak dan penghambat IHSG

Pria melintasi layar digital pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/6/2022). Pada penutupan perdagangan akhir pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 44,67 poin atau 0,64 persen ke 7.042,93. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho)

Dari pasar domestik, peluang penguatan saham sektor infrastruktur disebut akan mendukung pergerakan IHSG. Mengapa? Karena ada ekspektasi pemilihan tingkat utang sebagian besar emiten konstruksi, sejalan dengan penetapan PMN tahun anggaran 2023-2024.

Lalu, dari sisi regional, peluang pemulihan ekonomi di Cina mulai tercermin pada naiknya China New Yuan Loans secara signifikan di Agustus 2023. Alrich menambahkan, angkanya diprediksi akan kembali naik menjadi CNY 2.500 miliar di September 2023.

"Dari eksternal, investor akan menunggu rilis data Amerika Serikat," kata Alrich dalam riset.

Data yang dimaksud, di antaranya: Producer Price Index (PPI) secara bulanan yang diprediksi berada di 0,3 persen pada September 2023, dari 0,7 persen pada Agustus; data inflasi AS; serta risalah FOMC September.

"Data-data itu bisa memberikan petunjuk tentang prospek suku bunga acuan The Fed," kata Alrich.

Saham-saham yang Alrich soroti hari ini, meliputi: SSIA, WIKA, PTPP, MIDI, ITMG, ERAA, dan AMRT.

Related Topics