MARKET

Ini Peluang Kenaikan IHSG Setelah BI Tahan Suku Bunga

IHSG diprediksi menguat dalam jangka panjang.

Ini Peluang Kenaikan IHSG Setelah BI Tahan Suku BungaProyeksi pergerakan IHSG. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
17 March 2023
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat, Jumat (17/3), tepatnya di akhir pekan ketiga Maret 2023. Setelah ditutup melemah 0,94 persen di harga 6.565,72.

Memang, ada peluang koreksi hari ini. Tapi, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan momentum koreksi minor masih bisa investor manfaatkan untuk mengakumulasi pembelian. Sebab, minat investor yang tergambar pada capital inflow secara year to date (ytd) ke pasar modal Indonesia masih relatif tinggi.

“Secara potensi, kenaikan dalam pola gerak IHSG secara jangka panjang masih cukup besar,” katanya dalam riset, dikutip Jumat.

Ia memproyeksikan IHSG bergerak di antara support 6.478 dan resisten di level 6.636. Saham-saham pilihannya, terdiri dari: GGRM, TBIG, KLBF, BBRI, EXCL, TLKM, SMRA, CTRA, dan WTON..

Bagaimana laju IHSG dilihat dari analisis teknikal?

Perdagangan IHSG setelah lebaran. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras)

Ivan Rosanova, Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova menyebut, IHSG telah menembus e bawah 6.558 yang sebelumnya merupakan support terdekat. Penembusan itu membuka jalan bagi IHSG untuk kembali menguji support krusial, yakni 6.510.

Nantinya, pelemahan di bawah 6.510 akan mengonfirmasi skenario bearishuntuk IHSG. “Tapi, IHSG masih berpeluang melanjutkan skenario barrier triangle seperti ditampilkan pada chart selama level 6.510 tetap bertahan. Adapun, level support IHSG berada di 6.543, 6.510, 6.394, dan 6.263. Sementara itu, resistennya berada di 6.650, 6.700, 6.820, dan 6.890. Indikator MACD mengindikasikan momentum bearish.

Saham-saham pilihan Ivan, yakni: BRPT, EMTK, MEDC, PGAS, dan TOWR.

Lebih lanjut, selama sepekan ini, ada dua rilis data utama, yakni: neraca perdagangan dan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Itu untuk di dalam negeri. Adapun, BI menetapkan tingkat suku bunga di level 5,75 persen dan neraca dagang surplus US$4,58 miliar.

Lalu, dari pasar internasional, inflasi Amerika Serikat (AS)-lah sentimen utamanya, karena memengaruhi arah kebijakan The Fed ke depan.

“Kami melihat tingkat kebijjakan yang tak berubah menjadi positif untuk menjaga paritas suku bunga dan di saat yang sama secara aktif mendorong pemulihan ekonomi,” tulis Indo Premier dalam risetnya.

Lebih lanjut, Indo Premier memprediksi tingkat suku bunga BI disesuaikan menjadi 6,5 persen pada 2023, berbasis asumsi FFR terminal rate 5,5 persen. 

Saham-saham pilihan Indo Premier sepekan ini, yaitu: ISAT, TLKM, BBRI, BBNI, BMRI, dan AMRT.

Related Topics