MARKET

Investasi Asing Turun di Q4 2023, IHSG Diproyeksi Merah

Apa lagi sentimen yang pengaruhi IHSG hari ini?

Investasi Asing Turun di Q4 2023, IHSG Diproyeksi MerahPria melintasi layar digital pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/6/2022). Pada penutupan perdagangan akhir pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 44,67 poin atau 0,64 persen ke 7.042,93. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho)
25 January 2024
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (Ihsg) diperkirakan kembali bergerak fluktuatif pada Kamis (25/1), setelah ditutup melemah 0,39 persen ke harga 7.227,82 kemarin.

Menurut Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, IHSG akan bergerak di area support 7.150 hingga 7.200 hari ini. Secara teknikal, koreksi kemarin diikuti dengan potensi death cross di kisaran area overbought pada Stochastic RSI.

"MACD memvalidasi indikasi konsolidasi lanjutan dengan bergerak sideways," katanya dalam riset harian.

Adapun, pelemahan IHSG dibayangi oleh realisasi pertumbuhan Foreign Direct Investment (FDI) di Indonesia sebesar 5,3 persen (YoY) di kuartal IV 2023, menurun dari 16,2 persen (YoY) pada kuartal III 2023. Menanggapi data itu, saham-saham emiten perbankan dan bluechip lainnya pun relatif melemah.

"Pasalnya data itu membangun kekhawatiran bahwa peningkatan uncertainty risk pada tahun politik berdampak pada perlambatan realisasi investasi di Indonesia," kata Valdy lagi.

Kendati begitu, sentimen positif masih datang dari pasar eksternal. Indeks manufaktur Euro Area, Jerman, dan Inggris mencatatkan pemulihan yang relatif signifikan pada Januari 2024. Indeks manufaktur Amerika Serikat (AS) bahkan kembali ke atas batas ekspansif, yakni 50, tepatnya di level 50,3 pada Januari 2024.

Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 7.150, pivot 7.200, dan resisten di 7.250. Saham-saham pilihannya hari ini, terdiri dari: JSMR, PNLF, BBNI, MIKA, CPIN, dan INTP.

Di sisi lain, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya memorediksi IHSG melemah terbatas di Kamis ini. Itu karena IHSG masih cenderung bergerak sideways dengan potensi tekanan minor yang relatif cukup besar.

Ditambah lagi, sentimen penopang laju IHSG masih minim, sehingga pergerakannya masih akan berada di rentang konsolidasi. "Tapi, peluang koreksi wajar masih bisa investor manfaatkan untuk mengakumulasi pembelian, mengingat dalam jangka panjang IHSG masih berada di jalur uptrend," jelasnya dalam riset harian.

William sendiri memproyeksikan IHSG melaju di kisaran support 7.123 dan resisten di 7.272 hari ini. Saham-saham yang ia soroti, meliputi: SMRA< TLKM, JSMR, BSDE, GGRM, SMGR, BBNI, dan KLBF.

Related Topics