MARKET

Jelang Tutup Tahun, IHSG Diprediksi Konsolidasi Lagi

Secara teknikal, IHSG diperkirakan melemah hari ini.

Jelang Tutup Tahun, IHSG Diprediksi Konsolidasi LagiPerdagangan IHSG setelah lebaran. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras)
28 December 2023
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (Ihsg) diprediksi melemah secara teknikal pada Kamis (28/12), setelah menguat 0,12 persen ke level 7.245,91 kemarin.

Menurut Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, IHSG telah menembus ke atas 7.255 namun masih ditutup di bawah level tersebut. Ditambah, candle shooting star yang mengindikasikan peluang untuk melemah hari ini guna menguji support terdekat di level 7.173.

"Level support IHSG berada di 7.173, 7.092, 7.041, dan 7.000, sementara level resistennya di 7.255, 7.300, dan 7.356. Berdasarkan indikator MACD menanadakan momentum bullish," tulis Ivan dalam riset hariannya.

Dua saham yang Ivan soroti hari ini, meliputi: BBCA dan MDKA.

Senada dengan Ivan, Analis Phintraco Sekuritas, Nurwachidah memprediksi IHSG konsolidasi di level pivot 7.250. Hal itu seiring dengan terbentuknya gravestone doji pada perdagangan kemarin, serta penyempitan positive slope pada MACD.

Ia pun memproyeksi IHSG bergerak di kisaran support 7.200 dan resisten di 7.300.

Dari regional, mayoritas indeks-indeks di bursa Asia menguat, merespon data China Industrial Profits yang melambat 4.4 persen (YoY) pada November 2023, membaik dari penurunan 7.8 persen (YoY) pada Oktober 2023.

Dari dalam negeri, hari perdagangan yang lebih singkat pada pekan ini, menyusul libur pergantian tahun, turut mempengaruhi sikap hati-hati pelaku pasar. Akan tetapi, kinerja investasi berpotensi meningkat sejalan dengan kepercayaan investor terhadap fundamental perekonomian domestik.

Phintraco Sekuritas pun menyoroti saham-saham dengan peluang rebound dan rebound lanjutan seperti HRUM, EMTK, CMRY, SMDR, TINS dan ANTM.
Di sisi lain, CGS-CIMB Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG menguat dengan rentang support 7.170 dan 7.130 serta resisten di 7.270 dan 7.320.

Mengapa demikian? Tim riset CGS-CIMB menjelaskan, berlanjutnya kenaikan di Bursa Wall Street akan menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan. Sementara itu naiknya harga beberapa komoditas seperti emas, nikel, timah,  copper, batu bara dan aksi beli investor asing berpeluang menjadi tambahan katalis positif di pasar.

Saham-saham yang disoroti, terdiri dari: ERAA, PGEO, SMDR, TINS, KLBF, dan ADRO.

Related Topics