MARKET

Mengapa Vale Indonesia Absen Bagi Dividen 2023?

Vale Indonesia tunjuk susunan komisaris dan direksi baru.

Mengapa Vale Indonesia Absen Bagi Dividen 2023?RUPST Vale Indonesia 2024.
11 June 2024

Fortune Recap

  • PT Vale Indonesia tidak membagikan dividen tahun buku 2023
  • Fokus pada tiga proyek hilirisasi nikel di Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa dengan total nilai US$9 miliar
  • Perubahan anggota Dewan Komisaris dan Direksi untuk periode tertentu setelah penyelesaian transaksi divestasi
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - PT Vale Indonesia (Persero) Tbk (INCO) absen membagikan dividen pada tahun buku 2023. Mengapa demikian?

Menurut Presiden Direktur Vale Indonesia, Febriany Eddy, keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan belanja modal untuk proyek-proyek yang sedang berjalan dan modal kerja perseroan pasa tahun-tahun mendatang.

Adapun, saat ini perseroan akan fokus pada tiga proyek, yakni hilirisasi nikel di Sorowako, Bahodopi dan Pomalaa. Total nilainya adalah US$9 miliar. 

"Para pemegang saham, sesuai dengan rekomendasi Direksi dan Dewan Komisaris, menyetujui bahwa tidak ada dividen yang akan dibayarkan kepada pemegang saham untuk tahun keuangan 2023," kata Febri, dikutip Selasa (11/6).

Selain itu, pemegang saham menyetujui perubahan anggota Dewan Komisaris untuk periode penutupan RUPST tahun 2024 sampai dengan selesainya transaksi divestasi, yakni

  • Presiden Komisaris: Emily Olson.
  • Wakil Presiden Komisaris: Muhammad Rachmat Kaimuddin.
  • Komisaris: Fabio Ferraz.
  • Komisaris: Olga Kovalik
  • Komisaris: Kristina Litzinger
  • Komisaris: Yusuke Niwa
  • Komisaris: M. Jasman Panjaitan
  • Komisaris Independen: Rudiantara.
  • Komisaris Independen: Raden Sukhyar.
  • Komisaris Independen: Marita Alisjahbana.

Lebih lanjut, para pemegang saham pun menyetujui perubahan anggota Dewan Komisaris untuk periode selesainya transaksi divestasi sampai dengan RUPST tahun 2027, menjadi sebagai berikut:

  • Presiden Komisariss: Muhammad Rachmat Kaimuddin.
  • Wakil Presiden Komisaris: Emily Olson.
  • Komisaris: Fabio Ferraz.
  • Komisaris: Kristina Litzinger
  • Komisaris: M. Jasman Panjaitan
  • Komisaris: Edi Permadi
  • Komisaris: Yusuke Niwa
  • Komisaris Independen: Rudiantara
  • Komisaris Independen: Raden Sukhyar*.
  • Komisaris Independen: Marita Alisjahbana

Adapun, masa jabatan Raden Sukhyar hanya berlaku efektif sampai dengan setahun setelah penutupan RUPST.

Related Topics