MARKET

Meski Pendapatan 2023 Naik, WIKA Masih Rugi Rp7,1 T

Rugi bersih WIKA membengkak 11.860% di 2023.

Meski Pendapatan 2023 Naik, WIKA Masih Rugi Rp7,1 TPT Wijaya Karya (Persero) Tbk/Dok. Wijaya Karya
03 April 2024

Fortune Recap

  • PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mencatatkan pembengkakkan kerugian pada 2023, walaupun pendapatan bersihnya bertumbuh.
  • Pendapatan bersih WIKA meningkat 4,89 persen (YoY) dari Rp21,48 triliun pada 2022, menjadi Rp22,53 triliun pada 2023. Segmen infrastruktur meraih pertumbuhan 9,87 persen (YoY).
  • Beban pokok pendapatan perseroan membengkak sebesar 7,21 persen (YoY), menekan laba bruto WIKA sehingga menurun dari Rp2,20 triliun pada 2022 menjadi Rp1,86 triliun pada 2023.
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Emiten konstruksi pelat merah, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, mencatatkan pembengkakkan kerugian pada 2023, walaupun pendapatan bersihnya bertumbuh. 

Dikutip dari laporan keuangan perseroan pada 2023, pendapatan bersih WIKA meningkat 4,89 persen (YoY) dari Rp21,48 triliun pada 2022, menjadi Rp22,53 triliun pada 2023.

Dari segi lini bisnis, segmen infrastruktur meraih pertumbuhan 9,87 persen (YoY) dengan pendapatan senilai Rp11,85 triliun pada 2023. Begitu pula dengan segmen energi dan industrial plant yang pendapatannya naik 5,83 persen (YoY) menjadi Rp4,10 triliun.

Segmen hotel juga membukukan kenaikan pendapatan sebesar 22,74 persen (YoY) menjadi Rp869,19 miliar. Demikian juga dengan segmen realty dan properti dengan kenaikan pendapatan 166,97 persen (YoY) menjadi Rp600,41 miliar.

Dua segmen yang pendapatannya tertekan adalah industri dan investasi, dengan tingkat koreksi masing-masing 11,81 persen (YoY) dan 55,97 persen (YoY).

Sebab, walau pendapatan naik, beban pokok pendapatan perseroan pun membengkak sebesar 7,21 persen (YoY) dari Rp19,28 triliun menjadi Rp20,67 triliun pada periode yang sama. Hal itu menekan laba bruto WIKA sebesar 15,45 persen (YoY), sehingga menurun dari Rp2,20 triliun pada 2022 menjadi Rp1,86 triliun pada 2023.

Ditambah lagi, beban keuangan WIKA mengembang sebesar 133,70 persen (YoY) menjadi Rp3,2 triliun. Demikian pula dengan beban lain-lain yang melejit 310,16 persen (YoY).

Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito pun tak menyangkal, 2023 itu momen menantang, seiring dengan dilaksanakannya restrukturisasi keuangan persroan serta transformasi.

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.