MARKET

Pemilu di Tengah Pekan, IHSG Diprediksi Berbalik Tertekan

Ada sejumlah data ekonomi yang juga akan pengaruhi IHSG.

Pemilu di Tengah Pekan, IHSG Diprediksi Berbalik TertekanProyeksi pergerakan IHSG. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

by Tanayastri Dini Isna KH

12 February 2024

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (Ihsg) ditutup menurun 0,06 persen di level 7.235 pada akhir perdagangan pekan pendek lalu. IHSG hari ini (12/2) diprediksi melemah dengan semakin dekatnya Pemilihan Presiden 2024.

Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova memproyeksikan IHSG tertekan di kisaran support 7.170 dan resisten di 7.265. Menurutnya, IHSG mengonfirmasi pembalikan tren karena telah menembus ke atas 7.281 yang sebelumnya merupakan resisten terdekat.

Kendati demikian, IHSG bisa mengalami pullback. "Sebelum melanjutkan penguatan menuju 7.300-7.350 yang diperkirakan sebagai ekstensi wave b dari (iv)," katanya dalam riset.

Lebih lanjut, ia menyebut, level support IHSG berada di 7.099, 7.021, 6.931, dan 6.803. Sementara itu, level resistennya di 7.300, 7.422, dan 7.503. Indikator MACD dalam kondisi netral. Saham-saham pilihannya hari ini, terdiri dari: BMRI, CPIN, GOTO, PGAS, dan UNTR.

Sementara itu, Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan memperkirakan IHSG bergerak fluktuatif di rentang 7.175-7.330 dengan merespons data-data ekonomi yang rilis pada minggu ini. Sementara pivotnya berada di level 7.250. Saham-saham yang ia soroti, meliputi: MEDC, PWON, JSMR, BRIS, ISAT, dan ASII.

Adapun, data-data yang dimaksud oleh Phintraco Sekuritas mencakup: penguatan mingguan tiga indeks utama Wall Street untuk lima kali berturut-turut pada Jumat (9/2). Hal itu karena pasar masih terus merespon komentar dari petinggi the Fed dan kinerja keuangan kuartal IV 2023. 

Di luar pasar AS, pasar merespon data ekonomi yang relatif beragam. Tiongkok membukukan kenaikan deflasi ke 0.8 persen (YoY) pada Januari 2024 dari 0.3 persen (YoY) pada Desember 2023. Kondisi itu memperkuat indikasi, konsumsi domestik Cina masih tertekan pada Januari 2024.

"Akan tetapi, indikasi pemulihan terlihat dari kenaikan New Yuan Loans ke CNY4.92 triliun pada Januari 2024 dari CNY1.17 triliun pada Desember 2023," tulis Valdy dalam riset hariannya.

Selain itu, dio pekan ini akan ada sejumlah pengumuman data ekonomi lainnya. Pertama, AS yang akan merilis data inflasi dan penjualan ritel, Inggris dengan rilis data pengangguran dan Inflasi. Lalu data indeks sentimen ekonomi di Eropa yang rencananya rilis tengah pekan ini. Ditambah dengan Euro Area dan Jepang yang akan mengumumkan data pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2023 pada pekan ini.

Dari dalam negeri, pasar mungkin merespon hasil penghitungan cepat atau quick count Pilpres di 14 Februari 2024.